500 Day's Of Summer Dari Kacamata Psikologi

Mahasiswa Universitas Amikom YK
Tulisan dari rifkysutanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Masih ingat dengan film 500 days of summer? film yang menceritakan hubungan antara tokoh Sam dan Summer dalam 500 hari ini memang sangat menarik. Kisah cinta yang berawal dari pandangan pertama memang menjadi sangat berkesan bagi sebagian orang, dan peristiwa tersebut sering kali menjadi awal sebuah hubungan.
Film ini dapat dikatakan rekomendasi bahan pembelajaran bagi kalian yang sedang mengawali bahkan menjalani kisah cinta. Hal itu dikarenakan alur cerita yang terdapat dalam film ini mengenai pasang surutnya sebuah hubungan. Nah jika sudah terkait dengan hubungan percintaan dan tentu saja manusia yang menjalaninya. Lalu bagaimana jika film ini dilihat dari kacamata psikologi tentang aspek hubungan interpersonal dari kedua tokohnya? Yuk simak ulasan selengkapnya.
a. Persepsi Interpersonal
Hubungan yang kompleks antara keduanya timbul akibat persepsi interpersonal yang muncul dari symbol-simbol dari kedua belah pihak. Stimulus tersebut ditangkap misalnya dari kesamaan perilaku diantara keduanya hingga muncul sebuah persepsi. Dari sisi Tom menganggap Summer sebagai seorang perempuan yang cocok untuknya karena sikapnya. Sementara symbol yang ditangkap oleh Summer (secara verbal) dari Tom adalah kesanggupannya menjalani hubungan hanya sebatas teman. Kedua penerimaan atas tanda pada keduanya adalah awal mula terciptanya hubungan interpersonal yang kompleks tersebut.
b. Konsep Diri
Konsep diri membentuk kedua tokoh yaitu Tom dan Summer menjadi dua individu yang berbeda. Summer membentuk konsep diri dari pengaruh orang lain (ibunya) yang akhirnya mempengaruhi hubungannya dengan orang lain. Summer lebih selektif untuk berhubungan yang berpengaruh dengan hubungannya dengan Tom. Disisi lain keduanya juga memegang nubuat yang dipenuhi sendiri dalam menjalani hubungan tersebut.
c. Atraksi Interpersonal
Sebagai sesuatu yang berkaitan dengan daya tarik terjadinya hubungan interpersonal, Tom dan Summer memiliki kesamaan menyukai The Smith. Hal tersebut digambarkan pada schne ketika mereka bertemu di dalam lift dan Summer memberikan penilaian atas lagu yang didengarkan oleh Tom.Kejadian itu pula yang menimbulkan penafsiran dan penilaian yang kemudian menjadi stimulus terjadinya hubungan interpersonal. Selain itu kedekatan mereka dalam pekerjaan juga mendasari adanya atraksi interpersonal yang terjadi pada hubungan keduanya.
d. Hubungan Interpersonal
Hubungan interpersonal yang dilakukan oleh Tom dan Summer dilihat dengan menggunakan model interaksional. Dimana masing-masing dari mereka memposisikan diri sebagai perannya masing-masing dalam hubungan tersebut. Hubungan interpersonal yang sampai pada tahap peneguhan hubungan terkonfirmasi (sebagai teman). Namun akibat adanya sikap suportif dari Tom yang bersifat defensif saat menjalani hubungan akhirnya mereka berakhir pada tahap pemutusan hubungan.
e. Manajemen konflik komunikasi interpersonal
Pseudo konflik yang melatarbelakangi putusnya hubungan diantara Tom dan Summer, pada awalnya diselesaikan dengan avoiding atau menghindari satu-sama lain dengan konsekuensi Summer menang (menikah) dan Tom ditinggalkan. Namun konklusi penyelesaian konflik digunakan collaborating dimana Summer memberikan penjelasan atas apa yang terjadi pada hubungan mereka dan mengapa ia meninggalkan Tom. Summer juga menyarankan Tom untuk membuka diri untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Hal tersebut merupakan konsekuensi dimana keduanya mendapat konklusi win and win dalam penyelesaian konflik.
Nah itu tadi adalah beberapa ulasan mengenai aspek-aspek interpersonal yang terdapat didalam film 500 days of summer. Tertarik untuk menerapkannya pada hubungan kalian?
