Konten dari Pengguna

Dampak Kecanduan Gawai pada Anak

AHMAD RIFQI FAJRI

AHMAD RIFQI FAJRI

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Jaya

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari AHMAD RIFQI FAJRI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

“Semua gawai ini, telepon, dan komputer, mereka mengekspos bagian dalam otak anda dengan cara yang buruk.” – Michel Gonry

Ilustrasi seorang anak menggunakan gawai (sumber: https://pixabay.com/images/id-2564425/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang anak menggunakan gawai (sumber: https://pixabay.com/images/id-2564425/

Dampak dari kecanduan penggunaan gawai pada anak-anak sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter nantinya. Gawai memiliki dampak yang dapat menyebabkan kecanduan.

Anak-anak yang sudah mulai kecanduan gawai akan terbiasa mendapatkan kesenangan dengan pola satu arah. Mereka lebih suka bermain sendiri menggunakan gawai ketimbang bersosialisasi di lingkungan sekitarnya.

Berikut merupakan beberapa dampak dari kecanduan menggunakan gawai yang dapat mempengaruhi pembentukan karakter anak-anak:

Individualis

Ilustrasi seorang anak yang menyendiri. Sumber: https://pixabay.com/id/photos/orang-wanita-gadis-sendiri-409127

Ialah perilaku seseorang yang mementingkan dirinya sendiri tanpa memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Orang yang memiliki perilaku ini juga lebih memilih melakukan segala hal sendiri tanpa ingin dibantu dengan orang lain.

Jika seseorang membentuk karakter perilaku individualis sejak dari usia dini, pada saat dewasa nanti dia akan merasa tidak perlu berhubungan dengan orang banyak dan hanya mengedepankan kepentingannya sendiri.

Kesulitan Dalam Bergaul

Dampak negatif lainnya penggunaan gawai pada anak adalah kesulitan bersosial dengan orang lain. Ketika bertemu dengan orang lain, anak-anak yang sudah kecanduan gawai akan lebih memilih menggunakan gawainya daripada bersosialisasi dengan orang lain.

Jika dibiarkan, saat dewasa nanti mereka akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain (pemalu dan bingung menentukan topik pembicaraan).

Tidak Percaya Diri atau Minder

Ilustasi anak-anak yang sedang bermain Bersama. Sumber:https://pixabay.com/id/photos/anak-anak-menang-kesuksesan-593313

Kurangnya rasa percaya diri seseorang atas kemampuan dirinya, akan selalu berfikir bahwa orang lain memiliki kepercayaan diri lebih tinggi darinya dan menganggap dirinya tidak mampu untuk bersaing.

Anak-anak yang tidak percaya atas dirinya sendiri, pada saat dewasa nanti mereka akan mempunyai rasa takut untuk memulai sebuah hubungan pertemanan, bisnis, atau bahkan percintaan.

Proses berpikir

Sumber: https://www.istockphoto.com

Ketika anak sudah kecanduan dalam menggunakan gawai, tentu akan mempengaruhi proses berpikirnya ketika dihadapkan suatu masalah. Misalkan ketika diberikan tugas sekolah dari gurunya, anak yang sudah kecanduan menggunakan gawai akan malas mengerjakan tugas tersebut.

Mereka menganggap bahwa pada gawainya semua hal dapat dia temukan termasuk jawaban tugasnya, membuatnya mempunyai pola pikir yang instan dalam menyelesaikan masalah.