Konten dari Pengguna

Menurut Ilmu Komunikasi, Inilah Berbagai Macam Bentuk Tidak Mendengarkan

AHMAD RIFQI FAJRI

AHMAD RIFQI FAJRI

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Jaya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari AHMAD RIFQI FAJRI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
https://pixabay.com

Ahmad Rifqi Fajri - Dalam Ilmu Komunikasi, seringkali terdapat kasus orang yang hanya mendengarkan selintas untuk kemudian dilupakan atau tidak peduli dengan pesan yang disampaikan, nah hal tersebut merupakan bentuk tidak mendengarkan.

Menurut Ilmu Komunikasi, mendengarkan merupakan sebuah keahlian yang dapat dipelajari atau dilatih. Orang yang ahli dalam mendengarkan biasanya lebih disukai oleh orang lain karena ketulusan ketika mendengarkan. Mendengarkan lebih cenderung dapat mempengaruhi orang dalam hal mengubah sikap dan perilaku orang lain.

Namun ada kalanya kita pasti pernah bertemu dengan orang yang sebenarnya tidak mendengarkan atau tidak peduli dengan pesan yang coba disampaikan. Terdapat beberapa macam-Macam bentuk tidak mendengarkan.

https://www.istockphoto.com

Pseudolistening

Bentuk tidak mendengarkan akan kita temui ketika orang yang mendengarkan pesan itu berpura-pura mendengarkan karena alasan tertentu. Kelihatan mendengarkan dengan penuh perhatian namun pikirannya ditempat lain.

Misalkan ketika diskusi mengenai tugas dari dosen, orang yang mendengarkan itu terlihat mendengarkan pesan yang disampaikan namun kita bisa tahu bahwa orang tersebut terkesan tidak mendengarkan.

Monopoli

Bentuk tidak mendengarkan ini merupakan kejadian yang terjadi ketika orang yang mendengarkan menyabotase atau menguasai momen secara terus-menerus dengan memusatkan komunikasi pada diri kita sendiri, bukan kepada orang lain yang sedang berbicara.

Mendengarkan Selektif

Orang yang mendengarkan hanya berfokus pada bagian tertentu dari pesan yang paling sesuai dan menarik hanya bagi dirinya sendiri. Pendengar tidak peduli dengan keseluruhan pesan yang disampaikan.

https://www.istockphoto.com

Mendengarkan Defensif

Bentuk tidak mendengarkan dengan mengedepankan respon dalam bentuk serangan pribadi, kritik, atau nada bermusuhan. Biasanya dilakukan saat merasa tersedak dan perlu membela diri. Orang yang mendengarkan selalu menyerang secara personal kepada pembicara tanpa ada kolerasi antar pesan yang disampaikannya.

Ambushing

Bentuk tidak mendengarkan terjadi ketika orang yang mendengarkan dengan seksama (penuh kesadaran) tetapi tidak dimotivasi oleh ketertarikan dengan pihak lain, melainkan dengan tujuan untuk menyerang. Contohnya ketika melakukan debat.