KKN FBD 57: Pasang Fasilitas Penunjuk Arah, Dukung Aksesibilitas Wisata Desa

Mahasiswa Psikologi, Universitas Brawijaya
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Rika Aprilia Mauluddina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemasangan Fasilitas Penunjuk Arah Wisata Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar
Kelompok 57 Kuliah Kerja Nyata (KKN) FISIP Bakti Desa Arcapada (FBD) 2026 Universitas Brawijaya melaksanakan program pemasangan fasilitas penunjuk arah wisata di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Papan penunjuk arah dipasang untuk mengarahkan pengunjung menuju sejumlah destinasi wisata unggulan desa, di antaranya Wisata Rambut Monte, Sumber Dandang, Jamburono, Pura Agung Argasunya, Watu Tangis, Taman Sari, dan Puncak Kawinajang. Kegiatan ini bertujuan mempermudah akses wisatawan sekaligus mendukung optimalisasi potensi wisata yang dimiliki Desa Krisik.
Program ini dilatarbelakangi oleh minimnya fasilitas penunjuk arah menuju titik-titik wisata di Desa Krisik, sehingga wisatawan yang baru pertama kali berkunjung kesulitan menemukan lokasi. Melalui pemasangan papan penunjuk arah, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan solusi sederhana namun berdampak langsung bagi kenyamanan dan pengalaman wisatawan. Papan dipasang di titik-titik strategis yang mudah terlihat sehingga pengunjung dapat menuju lokasi wisata dengan lebih efisien.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan melibatkan kerja sama aktif antara mahasiswa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Karang Taruna Desa Krisik. Proses pemasangan dilakukan secara gotong royong, mulai dari survei titik lokasi, penentuan arah dan jarak tempuh, hingga pemasangan papan di lapangan. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat desa berjalan lancar berkat komunikasi yang baik serta pemahaman bersama akan pentingnya fasilitas ini bagi kemajuan wisata desa.
Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi wisata Desa Krisik secara berkelanjutan. Pemasangan fasilitas penunjuk arah tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa kemudahan akses, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan citra dan daya tarik wisata desa di mata pengunjung. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa berharap fasilitas yang telah dibangun dapat terus dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat maupun pengelola wisata.
Sementara itu, perwakilan Pokdarwis Desa Krisik menyampaikan bahwa keberadaan papan penunjuk arah sangat membantu memudahkan wisatawan yang berkunjung ke Desa Krisik. Menurutnya, selama ini banyak pengunjung yang tersasar atau kebingungan mencari lokasi wisata karena minimnya penanda arah. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang tidak hanya memberikan gagasan, tetapi juga turut serta langsung dalam proses pemasangan di lapangan. Harapannya, fasilitas ini dapat menjadi langkah awal untuk penataan wisata Desa Krisik yang lebih tertata dan profesional.
“Kami dari teman-teman Pokdarwis mengucapkan terima kasih karena, secara tidak langsung, pemasangan papan petunjuk arah ini turut membantu publikasi destinasi wisata yang ada di Desa Krisik. Semoga fasilitas ini dapat memudahkan wisatawan sekaligus meningkatkan daya tarik desa sebagai destinasi wisata,” ujar Helga, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Krisik, Minggu (26/7/2026).
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap papan penunjuk arah yang telah terpasang dapat memudahkan wisatawan menemukan destinasi wisata Desa Krisik seperti Rambut Monte, Sumber Dandang, Jamburono, Pura Agung Argasunya, dan Watu Tangis. Kemudahan akses ini diharapkan turut mendorong peningkatan kunjungan wisata sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat sekitar. Selain itu, mahasiswa juga berharap kerja sama yang terjalin dengan Pokdarwis dan Karang Taruna dapat terus berlanjut dalam upaya pengembangan wisata desa kedepannya. Dengan demikian, manfaat program ini dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Krisik.
“Pemasangan papan penunjuk arah ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap pengembangan pariwisata Desa Krisik. Kami berharap fasilitas ini dapat memudahkan wisatawan dalam mengakses berbagai destinasi wisata sekaligus membantu meningkatkan eksposur potensi wisata desa,” ujar Rika, Wakil Koordinator Desa Kelompok 57 KKN FISIP Bakti Desa Arcapada (FBD) 2026 Universitas Brawijaya, Minggu (26/7/2026)
Pemasangan fasilitas penunjuk arah wisata menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN, Pokdarwis, dan Karang Taruna dalam mendukung pengembangan pariwisata Desa Krisik. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya desa wisata yang lebih tertata, ramah pengunjung, dan berdaya saing. Melalui langkah kecil seperti pemasangan papan penunjuk arah, potensi besar wisata Desa Krisik diharapkan dapat semakin dikenal dan dinikmati oleh masyarakat luas.
