Konten dari Pengguna

KKN FBD 57: Temu Apresiasi Desa Sebagai Penutup Program di Krisik

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rika Aprilia Mauluddina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kelompok 57 KKN FISIP Bakti Desa Arcapada (FBD) 2026 Universitas Brawijaya bersama perangkat Desa Krisik, Pokdarwis, dan Karang Taruna dalam acara Temu Apresiasi Desa sebagai penutupan program KKN di Desa Krisik.
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa Kelompok 57 KKN FISIP Bakti Desa Arcapada (FBD) 2026 Universitas Brawijaya bersama perangkat Desa Krisik, Pokdarwis, dan Karang Taruna dalam acara Temu Apresiasi Desa sebagai penutupan program KKN di Desa Krisik.

Temu Apresiasi Desa sebagai Simbol Penutupan KKN FISIP Bakti Desa (FBD) di Desa Krisik

Kelompok 57 Kuliah Kerja Nyata (KKN) FISIP Bakti Desa Arcapada (FBD) 2026 Universitas Brawijaya menggelar Temu Apresiasi Desa sebagai penutup rangkaian program pengabdian di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Krisik pada Rabu, 29 Juli 2026 tersebut menjadi momentum penyerahan berbagai hasil program kepada pemerintah desa sekaligus bentuk apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin selama pelaksanaan KKN.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rangkaian program KKN FBD yang telah dijalankan Kelompok 57 selama masa pengabdian di Desa Krisik, mulai dari edukasi lingkungan dan kesehatan di UPT SD Negeri Krisik 04, upgrading pengelolaan media sosial wisata kepada Pokdarwis dan Karang Taruna Desa Krisik, hingga penyediaan fasilitas penunjang wisata desa. Kegiatan tersebut dihadirkan sebagai bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih mahasiswa kepada masyarakat serta perangkat desa yang telah mendukung penuh jalannya program selama ini, sekaligus menjadi ajang serah terima hasil kerja kelompok kepada pihak desa.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyerahkan sejumlah hasil program, antara lain peta wisata Desa Krisik, pengelolaan akun media sosial wisata, sertifikat apresiasi bagi Pokdarwis dan Karang Taruna, serta cendera mata kepada pemerintah desa. Peluncuran peta wisata juga ditandai dengan penandatanganan oleh DPL dan Kepala Desa sebagai simbol pengesahan. Selain itu, dilakukan penyerahan akun media sosial pengelolaan wisata kepada Pokdarwis, penyerahan sertifikat apresiasi kepada Karang Taruna dan Pokdarwis, serta penyerahan vandel dan pemotongan tumpeng sebagai penanda resmi berakhirnya masa KKN Kelompok 57 di Desa Krisik.

Kegiatan "Temu Apresiasi Desa" sebagai simbol penutupan kegiatan FISIP Bakti Desa (FBD)

Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian program KKN sekaligus momentum penyerahan hasil pengabdian kepada pemerintah desa. Penutupan yang dikemas melalui Temu Apresiasi Desa tidak hanya menjadi seremoni akhir pengabdian, tetapi juga momentum keberlanjutan program yang telah dirintis, khususnya di bidang pengembangan wisata desa. Melalui kegiatan tersebut, hasil kerja selama KKN, seperti peta wisata dan pengelolaan media sosial, diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh pemerintah desa bersama Pokdarwis.

Salah satu perwakilan perangkat Desa Krisik menyampaikan bahwa program KKN Kelompok 57 memberikan kontribusi nyata bagi desa, khususnya dalam pengembangan potensi wisata dan penguatan kapasitas masyarakat. Menurutnya, hasil kerja mahasiswa selama masa pengabdian dapat menjadi bekal berharga bagi desa untuk terus dikembangkan setelah program KKN berakhir.

“Alhamdulillah, program FISIP Bakti Desa tahun ini memberikan banyak manfaat bagi Desa Krisik melalui kolaborasi dengan Pokdarwis, Karang Taruna, dan sekolah. Mulai dari memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan hingga pemasangan papan penunjuk arah yang mendukung pengembangan wisata desa,” ujar Bapak Wawan, Kepala Desa Krisik, Rabu (29/7/2026).

Wawancara Kepala Desa Krisik

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok KKN FBD 57 Universitas Brawijaya menjelaskan bahwa Temu Apresiasi Desa disusun sebagai bentuk penghormatan atas kerja sama yang telah terjalin selama masa KKN. Ia berharap seluruh program yang telah dijalankan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat Desa Krisik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Krisik yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkontribusi kepada masyarakat. Potensi besar yang dimiliki Desa Krisik menjadi dasar penyusunan program kerja berbasis pemetaan sosial dan potensi desa, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Harapannya, kolaborasi ini menjadi awal dari pengembangan Desa Krisik yang berkelanjutan,” ujar Bapak Mayuko, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok KKN FISIP Bakti Desa (FBD) 57 Universitas Brawijaya, Rabu (29/7/2026).

Wawancara Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok KKN FBD 57 Universitas Brawijaya

Temu Apresiasi Desa menjadi momentum serah terima berbagai hasil program KKN kepada pemerintah desa. Peta wisata, pengelolaan akun media sosial, dan sertifikat apresiasi diharapkan mendukung pengembangan pariwisata serta penguatan kelembagaan Pokdarwis dan Karang Taruna di Desa Krisik. Serah terima peta wisata, akun media sosial, dan sertifikat apresiasi dapat menjadi bekal bagi desa untuk melanjutkan pengelolaan pariwisata secara mandiri dan berkelanjutan.

Temu Apresiasi Desa menjadi momentum serah terima berbagai hasil program KKN kepada pemerintah desa. Peta wisata, pengelolaan akun media sosial, dan sertifikat apresiasi diharapkan mendukung pengembangan pariwisata serta memperkuat peran Pokdarwis dan Karang Taruna dalam mengelola potensi wisata Desa Krisik secara berkelanjutan. Temu Apresiasi Desa menjadi salah satu bentuk kolaborasi terakhir antara mahasiswa KKN, perangkat desa, Pokdarwis, dan Karang Taruna dalam menutup rangkaian program pengabdian di Desa Krisik. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, Pokdarwis, dan Karang Taruna selama pelaksanaan KKN diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan potensi Desa Krisik secara berkelanjutan. Melalui penutupan yang penuh apresiasi ini, semangat pengabdian mahasiswa bisa terus hidup dalam bentuk kerja sama yang berkelanjutan antara Universitas Brawijaya dan Desa Krisik.