KKN FBD 57: Upgrading Digitalisasi bagi Pokdarwis dan Karang Taruna Desa Krisik

Mahasiswa Psikologi, Universitas Brawijaya
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rika Aprilia Mauluddina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelas Upgrading Digitalisasi bagi Pokdarwis dan Karang Taruna di Desa Krisik
Kelompok 57 Kuliah Kerja Nyata (KKN) FISIP Bakti Desa Arcapada (FBD) 2026 Universitas Brawijaya mengadakan Kelas Upgrading Digitalisasi bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Karang Taruna Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, pada Rabu (15/7), sebagai upaya mendukung promosi potensi wisata desa di era digital. Kegiatan ini diikuti oleh anggota Pokdarwis dan Karang Taruna yang selama ini berperan dalam pengelolaan serta promosi potensi wisata desa.
Kegiatan ini dilatarbelakangi karena masih terbatasnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi wisata. Melalui kelas ini para peserta mempelajari pengelolaan media sosial, mulai dari penyusunan ide konten, jam posting terbaik, hingga membangun identitas digital yang konsisten. Peserta juga diajak mempraktikkan editing video menarik yang dapat disesuaikan dengan potensi wisata Desa Krisik.
Suasana pelatihan berlangsung santai dan interaktif. Selain penyampaian materi, peserta berdiskusi mengenai berbagai tantangan dalam mengelola media sosial desa serta saling bertukar ide untuk meningkatkan daya tarik konten promosi. Diskusi tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman antara mahasiswa KKN FBD 57 dengan Pokdarwis dan Karang Taruna dalam mengembangkan strategi promosi yang sesuai dengan wisata Desa Krisik.
Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi wisata Desa Krisik melalui penguatan kapasitas digital masyarakat. Materi yang diberikan difokuskan pada keterampilan yang dapat langsung diterapkan oleh peserta dalam mengelola media sosial wisata desa. Dengan pengelolaan yang lebih terarah, media sosial diharapkan mampu menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan potensi wisata Desa Krisik kepada masyarakat luas.
Salah satu perwakilan Pokdarwis Desa Krisik menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai pentingnya promosi digital dalam mendukung perkembangan wisata desa. Menurutnya, materi yang diberikan mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan pengelolaan media sosial saat ini.
“Materinya menarik karena membuat audiens tetap fokus dan mudah memahami isi yang disampaikan tanpa terasa berlebihan. Kegiatan ini tentunya menambah wawasan bagi kami, terutama tentang cara meningkatkan promosi agar destinasi wisata di Desa Krisik dapat dikenal lebih luas,” ujar Rian, selaku Sekretaris Pokdarwis Desa Krisik, Rabu (15/7/2026).
Sementara itu, perwakilan Kelompok 57 KKN FISIP FBD 2026 Universitas Brawijaya menjelaskan bahwa program ini disusun berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama masyarakat mengenai kebutuhan pengelolaan media sosial desa wisata. Oleh karena itu, materi yang diberikan tidak hanya berupa teori, tetapi juga disertai contoh konten sederhana agar peserta dapat langsung menerapkannya.
“Program ini dilatarbelakangi oleh potensi wisata Desa Krisik yang besar, tetapi publikasinya masih belum optimal. Melalui kelas ini, kami memberikan pemahaman mengenai cara meningkatkan engagement media sosial agar promosi wisata desa dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ujar Rina, Koordinator Kelompok 57 KKN FISIP Bakti Desa (FBD) 2026 Universitas Brawijaya, Rabu (15/7/2026).
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap keterampilan yang telah diperoleh peserta dapat terus diterapkan dalam pengelolaan media sosial wisata desa. Pokdarwis dan Karang Taruna diharapkan mampu mengembangkan konten promosi secara lebih aktif dan konsisten sehingga informasi mengenai potensi wisata Desa Krisik dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Upaya tersebut diharapkan turut mendukung pengembangan sektor pariwisata desa secara berkelanjutan.
Kelas Upgrading Digitalisasi menjadi salah satu langkah awal kolaborasi antara mahasiswa KKN FBD 57 ARCAPADA dan masyarakat Desa Krisik dalam memanfaatkan teknologi digital untuk promosi wisata. Sinergi yang terjalin melalui kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut melalui pengelolaan media sosial yang lebih aktif dan kreatif. Dengan demikian, potensi wisata Desa Krisik memiliki peluang yang lebih besar untuk dikenal oleh masyarakat luas.
