"Ku Dapatkan Cinta Terakhirku..."

ASN ibu 4 anak
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Rika Hikmahwati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pagi ini seperti biasa aku berkutat dengan kesibukan sebagai seorang Ibu dari 4 orang anak. Selepas sholat subuh bergegas ku menyiapkan bekal makan siang, sarapan pagi dan seragam sekolah. Tidak terasa Jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, saatnya bersiap dengan seragam coklat khaki yang baru ambil dari pak penjahit. Alhamdulillah.. hari ini adalah hari pertamaku menjalani pekerjaan sebagai abdi negara, setelah 20 tahun aku bekerja sebagai pegawai honorer. Rasa syukur tak terhingga atas semua perjuanganku. Semua berkat doa ibu dan ayahku yang sudah tidak bersamaku.
Pukul 6.20, sebelum berangkat kerja, aku menyempatkan diri untuk mengantar kedua anakku yang masih di sekolah Dasar. Mereka masuk tepat pukul 6.30. Alhamdulillah jarak sekolahnya tidak sampai 1 km, sekitar 5 menit sudah tiba di sekolah. Setelah mengantar mereka, aku langsung menuju stasiun dengan motor merahku dan melanjutkan perjalanan menggunakan kereta Jabodetabek.

Alhamdulillah kereta datang sesuai jadwal, meski harus berdesakan memasuki kereta dengan pintu KRL yang sempit, akhirnya bisa masuk ke dalam kereta yang sudah dipenuhi banyak penumpang. Rasa sesak dan panas pun langsung menghampiri, meski berat menjalani hari ini tetapi ada rasa syukurku yang tidak mampu ku ungkapkan saat melihat seragam khaki yang menjadi impianku.
Dua puluh tahun bukan waktu sebentar, suka duka, perjuangan bersama rekan-rekan honorer. Pada akhirnya kami diberikan kesempatan mengikuti ujian kembali untuk menjadi pegawai pemerintahan. Alhamdulillah nilai ku masuk ke dalam kriteria lulus seleksi, dari sekian pelamar yang mengikuti ujian sedangkan formasi yang dibutuhkan hanya satu orang. Jalur langit itu benar-benar nyata, dan sangat terasa di kehidupanku. Sayangnya orangtua ku belum sempat melihat, saat aku mengenakan seragam baru ku ini. Dengan doa mereka, aku merasakan kekuatan yang akan selalu mengiringi setiap langkahku.
Tepat pukul 7.15, aku sudah tiba di halaman kantor. Melihat kantor baru, teman baru, suasana barupun mulai terasa di dada, rasanya seperti mimpi yang tidak berkesudahan.
Aku memulai hari ini dengan apel Senin pagi di halaman kantor. Mukaku sedikit terasa panas memerah menahan malu, saat kami berdiri memperkenalkan diri sebagai pegawai baru di depan seluruh pegawai. Meski gugup, Aku memperkenalkan diri sebagai seorang ibu dari 4 orang anak, terdengar suara tepukan tangan setelah kami berempat memperkenalkan diri.
Alhamdulillah selama menjadi pegawai honorer, aku sudah terbiasa menjalani pekerjaan melayani masyarakat, sehingga tidak merasakan kesulitan dengan suasana kerja yang baru ini. Teman-teman baru pun selalu mendukung dan membantuku memahami pekerjaan yang belum pernah ku kerjakan sebelumnya.
Satu tahun berlalu begitu cepat, hari-hari dengan seragam khaki, seragam korpri saat mengikuti upacara dan hari besar nasional, rasa bangga dan haru selalu menyelimuti. Inilah seragam yang selalu ku impikan.
Saat aku memakai seragam, kedua anakku yang di sekolah dasar, selalu berkata, “Mama.. bajunya kok sama seperti seragam bu guru di sekolah?” kata-kata si kecil membuatku tersenyum.
“Berarti Mama cocok dong dengan seragam ini seperti bu guru?” candaku sambil diiringi tawa kecil mereka.
Inilah cinta terakhir yang ku cari selama ini. Selama dua puluh tahun aku berjuang untuk mendapatkan kesempatan memegang SK sebagai pengabdi negara sesungguhnya. Bukan karena harta atau jabatan yang ku harapkan, karena aku hanyalah seorang ibu dari 4 orang anak yang membutuhkan kekuatan dan menginginkan kebahagiaan untuk mereka selamanya. Kata-kata yang selalu ku tanamkan kepada anak-anakku, "setiap kebaikan akan berbalik kepada diri kita sendiri, jika kita mampu memberikan yang terbaik buat orang-orang yang kita temui, itu akan berbalik kepada diri kita sendiri".
Perjuanganku belum selesai, meski aku sudah menemukan cinta terakhirku, tapi bukan berarti aku harus berdiam diri, karena aku harus mengantarkan anak-anakku menjadi anak-anak yang berguna bagi masyarakat dan negara dan memiliki akhlak yang baik sesuai dengan amanah yang Allah berikan kepadaku.
Saat ini anak pertamaku melanjutkan pendidikannya dengan mengambil jurusan Ilmu Teknologi Kelautan, sangat sesuai dengan karekteristik negara kita sebagai negara kepulauan yang dikelilingi oleh laut dan semoga dengan ilmu nya akan bermanfaat untuk menjaga sumber daya dan lingkungan laut bagi negara yang kita cintai.
Anakku yang kedua, berencana mengambil jurusan ilmu Kesehatan dan keselamatan kerja. Anak ketiga dan keempat ku pun bercita-cita menjadi pengabdi negara dan masyarakat juga, dengan menjadi petugas Kereta Api Indonesia dan Dokter yang akan mengobati orang-orang yang sakit. Sebuah cita-cita yang mulia .
Aku hanyalah seorang ibu Abdi Negara, hanya mampu mendukung semua kebutuhan anak-anaknya. Meski penghasilan tidak sebesar pegawai lainnya, tetapi demi masa depan anak-anakku, aku akan tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka.
Harapan dan doa untuk keempat anakku “Mama hanya mampu mendukung dengan segala hal yang mama miliki, Mama yakin semua cita-cita dan impian kalian mampu kalian wujudkan, carilah keberkahan dari harta yang halal, karena yang kita harapkan hanyalah sebuah ridho Ilahi, jangan mengejar dunia demi harta yang sementara, tapi kejarlah akhirat, dunia akan mengikuti”
“Ya Allah lancarkan langkah anak-anakku dalam belajar, bekerja dan meraih masa depan yang baik, jadikan anak-anakku sukses dunia dan akhirat yang hidupnya penuh keberkahan dan bimbing anak-anakku menjadi pribadi yang beriman, berakhlak baik dan mampu memberi manfaat besar bagi banyak orang”
