Dulu Manual, Kini Desa Cokro Pakai SIAPIK Bank Indonesia

Saya seorang mahasiswi Program studi Ekonomi Pembangunan di Universitas Negeri Semarang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rika Nurul Hidayati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam semangat pemberdayaan masyarakat desa melalui transformasi digital, Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam program Giat 12 Desa Cokro menginisiasi pelatihan keuangan digital bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Tirta Kencana dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) TJAKRAWALA. Kegiatan ini berlangsung di Joglo Latar Tjokro, Desa Cokro, Klaten, dan menghadirkan aplikasi SIAPIK dari Bank Indonesia sebagai alat utama dalam pencatatan keuangan berbasis digital.

Pelatihan yang digelar pada Senin, 28 Juli 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola lembaga desa dalam mengelola keuangan secara transparan, akuntabel, dan efisien. Aplikasi SIAPIK (Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) diperkenalkan sebagai solusi praktis bagi pelaku usaha mikro dan pengelola desa untuk mencatat transaksi secara digital, menggantikan metode manual yang selama ini digunakan.
Mahasiswa UNNES berperan aktif sebagai fasilitator dalam pelatihan ini, memberikan pendampingan teknis, simulasi penggunaan aplikasi, serta studi kasus pencatatan transaksi keuangan. Kehadiran mereka menjadi jembatan antara teknologi dan masyarakat desa, sekaligus wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan lokal.
Kepala Desa Cokro menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah awal menuju tata kelola keuangan desa yang lebih modern dan profesional. Ia berharap aplikasi SIAPIK dapat digunakan secara berkelanjutan oleh BUMDES dan POKDARWIS dalam mengelola dana usaha dan kegiatan wisata desa.
Kolaborasi antara UNNES, BUMDES Tirta Kencana, dan POKDARWIS TJAKRAWALA ini mencerminkan sinergi antara pendidikan tinggi dan pembangunan desa yang berorientasi pada keberlanjutan. Dengan pelatihan ini, Desa Cokro diharapkan mampu menjadi percontohan dalam penerapan teknologi keuangan digital di tingkat desa, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
