Cinta Lingkungan Selamatkan Bumi, Apa Langkahnya?

Saya salah seorang mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari Rika Ardini Batrisyia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perlu diperhatikan, hal-hal kecil ternyata mempunyai banyak keuntungan bagi kehidupan. Keuntungan tersebut bisa dilakukan dengan cara mengubah kebiasaan kebiasaan yang bernilai egois pada diri sendiri akan kelangsungan hidup. Namun, kebiasaan memperhatikan lingkungan ini masih banyak yang tidak peduli hingga mengakibatkan rusaknya alam tanpa kita sadari. Adanya kesadaran dapat menjadikan masyarakat untuk memperhatikan kondisi hidup sehat tentunya. Terlebih banyak orang yang sadar akan hal ini, tetapi mereka belum bisa mengubah pola pikir untuk menanganinya.
Justru kesadaran mereka hanya diketahui tanpa menerapkan. Padahal, satu kebaikan bisa berdampak besar bagi lingkungan. Menyangkut permasalahan ini, diperlukan langkah yang dimulai dari hal kecil untuk lebih memperhatikan keadaan bumi yang mulai krisis, bagaimana caranya?
Pertama, membiasakan diri untuk membawa kantong belanja dari rumah.
Sudah tidak asing dengan langkah ini, sebab hal tersebut terlihat sudah banyak yang menerapkan. Hal kecil ini diterapkan untuk meminimalisir penggunaan kantong plastik saat berbelanja. Dengan membawa kantong belanja sendiri, cukup praktis serta dapat menggunakannya berulang kali, kantong belanja juga tidak mudah rusak atau sobek.
Mengapa harus beralih untuk membawa kantong belanja sendiri? Tentu sudah jelas terlihat keadaan bumi yang mulai sudah tidak baik baik saja. Melalui Peraturan Gubernur (Pergub) 142 tahun 2020, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menekankan agar tiga entitas, yakni pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat agar tidak lagi menggunakan kantong belanja plastik dan digantikan dengan kantong belanja ramah lingkungan (Media Indonesia, 2020). Dapat dilihat penumpukkan sampah plastik yang banyak hingga menggunung di setiap tempat pembuangan sampah, belum lagi sampah sampah plastik yang sering ditemukan bertebaran di pinggir pinggir pantai.
Sebab inilah yang menjadi acuan agar penduduk bumi bisa mengurangi atau mengelola plastik dengan baik. Dengan mulai menerapkan gerakan ini terkadang ketika berbelanja sering kali lupa membawa kantong belanja sendiri. Namun tak perlu khawatir, di beberapa toko sudah menyediakan tas belanja (non plastik) berbayar. Biasanya, harga tas belanja ini kisaran Rp. 5000 sampai Rp. 10.000, masih tergolong murah dan ramah lingkungan karena dapat digunakan berulang kali tanpa harus membuang nya.
Apalagi zaman sekarang, banyak orang menggunakan fashion yang beragam, bahkan hanya berbelanja saja mereka tetap mengenakan pakaian rapi. Sering terlihat tidak hanya gaya berpakaian saja ketika berbelanja, mereka juga menyesuaikan dengan tas hingga kantong belanja yang senada dengan warna busananya. Ini salah satu hal yang menarik untuk orang orang dengan mengoleksi kantong belanja yang sesuai fashion mereka. Daya tarik ini berdampak akan pengurangan plastik. Beberapa penjual kantong belanja pun ikut menyesuaikan dengan mengeluarkan bentuk hingga warna yang beragam, membuat semakin menarik perhatian masyarakat.
Kantong belanja juga tidak hanya digunakan untuk berbelanja saja, tetapi berfungsi juga untuk menyimpan barang bawaan ketika hendak pergi, hingga dapat digunakan untuk menaruh buku buku ketika hendak ke sekolah ataupun kuliah. Ramah lingkungan serta memiliki banyak kegunaan, bukan? Tak perlu mengeluarkan tambahan biaya untuk sekali berbelanja dengan membayar plastik, tak perlu juga khawatir penumpukan plastik di dapur setelah berbelanja, justru sangat memudahkan.
Beragam jenis kantong belanja dimulai dari berbentuk kertas atau biasa disebut paper bag, model ini biasanya mudah robek jika digunakan berulang kali, tetapi masih layak digunakan beberapa kali untuk membawa barang yang tidak terlalu berat. Kemudian jenis baggu bag, kantong belanja ini berbentuk persis seperti bentuk kantong plastik biasanya. alternatif ini sangat menarik karena bentuknya yang persis, juga dapat dipakai berulang kali, tentunya memiliki banyak warna yang beragam. Ada lagi jenis tas spunbond, kantong ini berbahan kaku tetapi masih dapat digunakan dengan nyaman. Selanjutnya tas jaring, ini biasanya dipakai ketika berbelanja sayuran, buah-buahan bahkan dapat digunakan untuk daging. Bahan jaring ini tahan air serta dapat menyesuaikan banyak barang yang dibawa, walaupun berbentuk kecil, tetapi masih tetap mencukupi.
Dengan itu, jenis kantong di atas merupakan kantong yang sering digunakan ketika berbelanja. Dapat dipilih sesuai kebutuhan dan kenyamanan saat menggunakannya.
Kedua, membawa botol minum dari rumah hingga pengurangan gelas plastik.
Langkah ini sama seperti langkah sebelumnya, tujuannya pun masih sama yaitu agar meminimalisir penggunaan plastik. Sudah tidak perlu lagi harus membeli minum dengan botol plastik yang ketika habis kemudian membeli kembali, hingga mengakibatkan banyaknya penggunaan plastik yang terbuang. Tak hanya membatasi penggunaan kantong plastik saat berbelanja saja, akan tetapi membawa botol minum dari rumah pun bisa juga menjadi alternatif untuk meminimalisir penggunaan plastik.
Sudah banyak coffee shop, berbagai toko minuman atau sejenisnya mulai mengurangi pemakaian botol atau gelas plastik. Mereka mulai mencegah penggunaan gelas plastik dengan beralih ke paper cup. Gelas jenis ini cukup praktis, tidak mudah pecah hingga aman untuk minuman yang panas ataupun dingin. Bisa juga menggunakan tempat minum silikon berbentuk gelas yang sudah dilengkapi dengan tutup dan sedotan. Gelas ini tidak kalah jauh dari paper cup sebab bisa digunakan berulang kali, dan juga memiliki banyak sekali jenis pilihan warna. Produk ini merupakan solusi untuk tidak menggunakan gelas atau botol plastik, masih bisa tetap jajan dengan membawa gelas sendiri. Gelas ini juga sama seperti paper cup, aman untuk minuman panas atau dingin.
Tak hanya gelas yang memiliki banyak alternatif lain, botol minum pun juga sudah banyak jenisnya. Bisa menggunakan botol minum jenis tumbler, produk ini sudah banyak dijual di mana mana dengan berbagai macam bentuk yang menarik, sehingga mudah dijumpai. Botol ini menjadi alternatif pengurangan botol plastik ketika hendak pergi keluar untuk membeli minum.
Cukup membawa botol minum dari rumah sudah sangat praktis. Hal ini juga dikatakan oleh Siti Mayanfauni Al Ilhami bahwa upaya yang dapat kita lakukan untuk mengurangi sampah botol plastik adalah dengan mengganti botol plastik sekali pakai dengan botol minum isi ulang. Botol minum isi ulang tersebut tentu lebih menyehatkan dan mengurangi pencemaran lingkungan (UNY, 2019). Terlihat selain mengurangi botol plastik, gerakan ini juga berdampak besar untuk kesehatan. Mengapa demikian? sebab botol plastik sangat berbahaya jika terpapar sinar matahari dengan waktu yang lama, sehingga dapat mengubah kandungan air di dalamnya.
Lebih baik beralih dengan botol isi ulang yang dibawa dari rumah, selain mencegah penumpukan sampah botol plastik, sudah sangat aman dan pastinya steril untuk disimpan dalam waktu lama. Belum lagi botol kemasan yang biasanya ditemui terkadang tercium bau yang tidak seperti biasanya, bisa jadi munculnya bau itu efek dari botol plastik yang terkena sinar matahari.
Untuk itu, mulai dari sekarang perlu mengubah kebiasaan yang bergantung pada plastik dengan cara membawa kantong belanja dan botol minum sendiri. Hal hal kecil yang dibiasakan dan lakukan menjadi manfaat bagi diri sendiri hingga sekitar.
Daftar pustaka
Yuliani Anisa, P. (02 Juli 2020). Sosialisasi Pemakaian Kantong Belanja Ramah Lingkungan ke Warga. Media Indonesia. https://m.mediaindonesia.com/megapolitan/324769/sosialisasi-pemakaian-kantong-belanja-ramah-lingkungan-ke-warga
Humas UNY. (2019). CINTAI LINGKUNGAN DENGAN MENGURANGI PENGGUNAAN BOTOL PLASTIK. diakses pada 17 Juni 2022. https://www.uny.ac.id/index.php/id/berita/cintai-lingkungan-dengan-mengurangi-penggunaan-botol-plastik
