Hoya lacunosa Blume: Si Bunga Gantung yang Memikat dari Kebun Raya Purwodadi

Teknisi Litkayasa Terampil Pada Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah -BRIN
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rika Yuni Riantini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Di antara ratusan koleksi tanaman tropis yang menghiasi Kebun Raya Purwodadi, Hoya lacunosa Blume menjadi salah satu yang paling memikat perhatian. Tanaman epifit yang dikenal dengan sebutan wax plant ini memiliki keunikan tersendiri: bunga berbentuk bintang kecil berwarna putih krem dengan aroma manis yang semerbak di malam hari.
Pesona Hoya lacunosa Blume
Hoya lacunosa termasuk dalam keluarga Apocynaceae. Ciri khasnya terletak pada daun hijau mengilap dan bunga mungil berbulu yang tersusun membentuk payung mini. Ketika mekar, bunganya mengeluarkan nektar dan aroma wangi menyerupai vanila. Sifatnya yang merambat menjadikannya cocok dijadikan tanaman hias gantung.
Menurut Rika Yuni Riantini, staf pemeliharaan koleksi Kebun Raya Purwodadi, hoya ini memiliki karakter yang cukup adaptif.
“Hoya lacunosa tumbuh baik di lingkungan dengan kelembapan stabil dan pencahayaan teduh. Dengan penyiraman terkontrol dan pemangkasan rutin, bunga hoya dapat mekar berkali-kali dalam setahun,” ujarnya.
Tumbuh Subur di Kebun Raya Purwodadi
Kebun Raya Purwodadi menyediakan habitat yang mendukung pertumbuhan Hoya lacunosa, dengan kelembapan yang cukup tinggi dan naungan alami dari kanopi pepohonan. Perawatan yang dilakukan meliputi penyiraman terjadwal, pemangkasan, serta pemberian pupuk organik agar hoya tetap sehat dan rajin berbunga.
Manfaat dan Potensi
Selain bernilai estetika, hoya juga berperan sebagai penyerap polutan udara dan penyedia nektar bagi serangga penyerbuk. Karena perawatannya relatif mudah, hoya memiliki potensi menjadi tanaman hias bernilai ekonomi yang diminati pecinta tanaman tropis.
Ajak Masyarakat Mengenal Koleksi Hoya
Dengan perawatan berkelanjutan, Hoya lacunosa Blume terus menunjukkan pesonanya di Kebun Raya Purwodadi. Koleksi ini menjadi bagian dari edukasi konservasi tanaman epifit, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
