Konten dari Pengguna

PayLater: Bayar Nanti dan Tagihan yang Datang Kemudian

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Riky Rifai tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah sedang scroll marketplace, lalu menemukan barang yang sudah lama diincar? Harganya lumayan, tapi uang yang tersedia belum cukup. Kemudian muncul satu pilihan yang terdengar cukup sederhana: “Bayar nanti." Fitur paylater membuat barang bisa langsung dibeli, sementara pembayarannya dilakukan belakangan atau dicicil beberapa kali. Jumlah yang harus dibayar setiap bulan pun terlihat lebih ringan dibandingkan harga barang secara keseluruhan.

Generated by Ai Gemini
zoom-in-whitePerbesar
Generated by Ai Gemini

Barang bisa langsung dibawa pulang, sementara pembayarannya dilakukan belakangan atau dicicil beberapa kali. Jumlah yang harus dibayar setiap bulan pun terlihat lebih ringan dibandingkan harga barang secara keseluruhan.

Di sinilah paylater menjadi menarik. Kita bisa mendapatkan sesuatu sekarang tanpa harus membayar seluruh harganya saat itu juga. Tapi ada satu hal yang kadang terlupakan: barang datang sekarang, tagihan datang kemudian.

Sebenarnya, apa itu paylater?

Paylater atau Buy Now Pay Later (BNPL) merupakan fasilitas yang memungkinkan seseorang membeli barang atau menggunakan layanan terlebih dahulu, kemudian membayarnya di waktu berikutnya, baik secara penuh maupun melalui cicilan.

Saat ini, layanan tersebut cukup mudah ditemukan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Mulai dari belanja online, membeli tiket perjalanan, hingga memenuhi kebutuhan lainnya.

Penggunaannya juga terus berkembang. OJK mencatat baki debet kredit BNPL perbankan mencapai Rp26,4 triliun pada Desember 2025, dengan sekitar 31,21 juta rekening. Angka tersebut tumbuh 19,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa konsep “beli sekarang, bayar nanti” semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.

Kenapa cicilan terasa lebih ringan?

Salah satu alasannya sederhana: kita sering lebih memperhatikan berapa yang harus dibayar sekarang, bukan berapa total yang harus dikeluarkan.

Misalnya, sebuah barang seharga Rp600 ribu terasa cukup mahal jika harus dibayar sekaligus. Namun ketika tersedia pilihan cicilan Rp100 ribu per bulan, barang yang sama bisa terlihat jauh lebih terjangkau.

Persoalannya muncul ketika pola tersebut dilakukan berkali-kali. Hari ini membeli pakaian. Besok membeli aksesori. Minggu depan ada promo menarik dan kembali menggunakan paylater.

Masing-masing cicilan mungkin terlihat kecil. Namun ketika semuanya dikumpulkan, jumlahnya bisa menjadi cukup besar dan harus dibayar pada waktu yang hampir bersamaan.

Yang terasa ringan satu per satu belum tentu ringan ketika datang bersamaan.

Jangan hanya melihat angka cicilan

Saat menggunakan paylater, jumlah cicilan bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.

Ada beberapa hal yang sebaiknya dilihat terlebih dahulu, seperti bunga, biaya layanan, biaya lainnya, tanggal jatuh tempo, dan total pembayaran hingga lunas.

Sebab, harga barang yang terlihat di awal belum tentu sama dengan jumlah uang yang akhirnya dikeluarkan.

Karena itu, sebelum menekan tombol pembayaran, ada baiknya melihat kembali rincian transaksi. Jangan sampai perhatian hanya tertuju pada tulisan “Rp100 ribu per bulan,” sementara total kewajibannya tidak diperhatikan.

Ketika tagihan mulai menumpuk

Beban paylater tidak selalu berasal dari satu transaksi besar kadang justru berasal dari beberapa transaksi kecil. Bayangkan ada tiga cicilan yang masing-masing sebesar Rp100 ribu per bulan. Secara terpisah, angka tersebut mungkin terasa biasa saja. Namun jika digabungkan, sudah ada Rp300 ribu yang harus disiapkan setiap bulan.

Jumlah tersebut belum termasuk kebutuhan lain seperti makan, transportasi, pulsa, biaya kuliah, atau kebutuhan mendadak. Karena itu, pertanyaan sebelum menggunakan paylater sebaiknya bukan hanya “Bisa bayar sekarang?,” tetapi juga “Apakah bulan depan masih sanggup membayarnya?”

Jadi, apakah paylater harus dihindari?

Tidak sesederhana itu.

Paylater merupakan salah satu fasilitas pembayaran yang memang dirancang untuk memberikan pilihan kepada konsumen. Yang perlu diperhatikan adalah kemampuan pengguna dalam memahami dan memenuhi kewajiban yang muncul dari transaksi tersebut.

OJK juga telah menerbitkan POJK Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Beli Sekarang Bayar Nanti (BNPL). Aturan ini mencakup berbagai ketentuan terkait penyelenggaraan BNPL, termasuk tata kelola, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen.

Bagi pengguna, hal yang tidak kalah penting adalah memahami produknya sebelum menggunakannya.

Sebelum memilih “Bayar Nanti.”

Paylater memang membuat proses membeli sesuatu terasa lebih mudah. Kita tidak perlu mengeluarkan seluruh uang sekaligus dan bisa mengatur pembayaran sesuai pilihan yang tersedia.

Namun kemudahan tersebut tetap datang bersama sebuah kewajiban.

Sebelum membeli, coba tanyakan kembali:

Apakah barang ini memang dibutuhkan?

Berapa total uang yang harus dibayar?

Dan apakah cicilannya masih aman jika bulan depan ada kebutuhan lain?

Sebab, “bayar nanti” bukan berarti tidak membayar.

Barangnya mungkin sudah sampai hari ini, tetapi tagihannya tetap akan datang kemudian.