Konten dari Pengguna

Unair Beri Peluang Mahasiswa Berkarir di Startup

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rimaya Akhadiyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

DPKKA Unair bekerja sama dengan PT Handyman Smart Home, membuka peluang karir pada mahasiswa di webinar Selasa (20/12/2022). Foto: Dokumentasi Pribadi/Rimaya Akhadiyah
zoom-in-whitePerbesar
DPKKA Unair bekerja sama dengan PT Handyman Smart Home, membuka peluang karir pada mahasiswa di webinar Selasa (20/12/2022). Foto: Dokumentasi Pribadi/Rimaya Akhadiyah

Mengembangkan karir merupakan impian sebagian mahasiswa setelah lulus nantinya. Program Airlangga Career Club yang diadakan oleh Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi, Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA) Universitas Airlangga menjadi jembatan mahasiswa Unair untuk bisa lebih dekat dengan karir impian mereka. Pada Selasa (20/12/2022) siang, DPKKA Unair yang bekerja sama dengan perusahaan rintisan alias startup PT Handyman Smart Home mengadakan acara webinar yang bertajuk “Empowering You Through Startup”.

Menurut survei Job2Go, startup menjadi salah satu jenis perusahaan yang paling diminati oleh para pencari kerja. Berdasarkan dari pengalamannya, Ibnu F. Wibowo selaku Public Relation di PT Handyman Smart Home mengatakan bahwa budaya kerja menjadi hal yang paling membedakan antara perusahaan startup dengan non startup. “Ketika saya bergabung dengan Handyman di dunia startup, yang dikembangkan adalah kreativitas. Semua punya kesempatan yang sama untuk mengutarakan pendapat,” ujarnya.

Tidak hanya itu, bekerja di perusahaan rintisan juga bisa menjadi kesempatan seseorang melakukan side hustle alias pekerjaan sampingan. Side hustle sendiri biasanya dilakukan untuk menambah jumlah pendapatan. Hal tersebut sah-sah saja dilakukan selama seseorang tetap dapat bertanggung jawab pada pekerjaan utamanya. Menurut Ibnu, inilah keunggulan utama ketika kita dapat bergabung dengan perusahaan rintisan.

“Yang sangat empowering adalah saya bisa memiliki side hustle, yang secara tidak langsung juga menambah pengalaman dan ilmu baru yang bisa saya terapkan ketika saya mengerjakan pekerjaan utama saya,” jelasnya.

Selain Ibnu, Grace Amortia selaku HRD juga ikut memberikan wawasan baru kepada para peserta mengenai fenomena startup layoff. Fenomena ini sempat menjadi trending topic di jagat media sosial akibat gelombang PHK massal yang terjadi pada beberapa perusahaan startup. Sayangnya, belum banyak yang tahu bahwa layoff berbeda dengan pemecatan.

Grace menerangkan bahwa pemecatan adalah pemutusan hubungan kerja dimana karyawan tidak mendapatkan kompensasi. Sementara, layoff adalah sebaliknya. Pemutusan hubungan kerja yang terjadi pada karyawan yang terkena layoff bisa bersifat sementara atau permanen. Ada berbagai alasan yang bisa melatarbelakangi perusahaan dalam melakukan layoff, diantaranya ketidakpastian ekonomi akibat perang Rusia-Ukraina hingga efisiensi perusahaan.

“Fenomena layoff tentu menimbulkan dampak yang besar terutama bagi psikologis teman-teman yang kerja di dunia startup, atau bagi teman-teman yang tertarik bergabung bekerja di dunia startup,” ujar alumni Unair tersebut. Akibatnya, muncullah istilah layoff anxiety atau kecemasan yang timbul akibat gelombang PHK ini.

Bagaimanapun berkarir di perusahaan rintisan akan membuka peluang mahasiswa untuk mengembangkan potensi dirinya. “Sayang banget kalau kesempatan buat empowering diri ini harus dikalahkan dengan rasa cemas, rasa takut yang menghentikan diri kalian buat berkembang, terutama di startup,” ungkap Grace. Daripada merasa cemas, ia lebih menyarankan para peserta untuk membuat rencana masa depan yang matang guna mengantisipasi adanya gelombak PHK.

Salah satu cara agar masa depan yang dipersiapkan dapat terwujud adalah dengan mengikuti program magang. Kegiatan ini menjadi jembatan yang tepat untuk mengasah kemampuan dan pengalaman mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Melalui webinar siang itu, Unair memberikan wadah agar mahasiswa dapat berkarir di dunia startup melalui kegiatan magang di PT Handyman Smart Home. Adapun, penempatan yang dibuka berada di Kota Surabaya dan Tangerang dengan sepuluh posisi yang ditawarkan, diantaranya sales marketing, teknisi, HR generalist, dan lain sebagainya.

Tech startup lokal Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 2019 ini menggunakan perangkat Internet of Things (IoT) untuk memberikan layanan smart home. Layanan tersebut memberikan kemudahan kepada pemilik rumah untuk mengotomatisasi perangkat-perangkat elektronik yang dimilikinya. Dengan inovasi dari produk-produknya, PT Handyman Smart Home menjadi smart home system pertama di Indonesia.