100 Mahasiswa DKI Bakal Dapat Beasiswa LPDP, Korsel Jadi Salah Satu Tujuan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bertemu dengan Wakil Wali Kota Seoul Jeong Sang-hun dalam pertemuan di Seoul Metropolitan Government Building, Seoul, Korea Selatan, Selasa (6/10/2026). Foto: Dok. Pemprov DKI
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bertemu dengan Wakil Wali Kota Seoul Jeong Sang-hun dalam pertemuan di Seoul Metropolitan Government Building, Seoul, Korea Selatan, Selasa (6/10/2026). Foto: Dok. Pemprov DKI

Pemprov DKI Jakarta membuka peluang kerja sama program beasiswa luar negeri dengan sejumlah universitas di luar negeri. Salah satu negara tujuan yang masuk dalam rencana program tersebut adalah Korea Selatan.

Hal itu dibahas dalam pertemuan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dengan Wakil Wali Kota Seoul Jeong Sang-hun di Seoul Metropolitan Government Building, Selasa (6/10).

Dalam pertemuan itu, Rano membuka peluang kerja sama program beasiswa luar negeri DKI yang akan dikembangkan mulai 2027 dengan skema LPDP Jakarta dengan universitas terkemuka di Seoul dan Korea Selatan.

Pada tahap awal, Pemprov DKI menyiapkan anggaran sekitar Rp 99,9 miliar untuk 100 mahasiswa. Rinciannya, 70 penerima beasiswa jenjang magister (S2) dan 30 penerima jenjang doktor (S3).

Ilustrasi beasiswa LPDP. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Program beasiswa itu disiapkan berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 20 Tahun 2026 tentang Bantuan Biaya Peningkatan Mutu Pendidikan.

“Kami akan dengan senang hati menjajaki peluang untuk menghubungkan program ini dengan universitas-universitas terkemuka di Seoul,” ujar Rano dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (7/10).

Menurut Rano, kesempatan belajar di Korea Selatan tidak hanya ditujukan untuk memperoleh gelar akademik. Mahasiswa Jakarta juga diharapkan dapat melihat langsung bagaimana teknologi, inovasi, industri kreatif, dan kebudayaan dikembangkan dalam satu ekosistem.

Selain membahas pendidikan, pertemuan tersebut juga membahas penguatan kerja sama Jakarta dan Seoul di bidang pembangunan perkotaan, kebudayaan, hingga ekonomi kreatif.

Jakarta-Seoul Sister City

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bertemu dengan Wakil Wali Kota Seoul Jeong Sang-hun dalam pertemuan di Seoul Metropolitan Government Building, Seoul, Korea Selatan, Selasa (6/10/2026). Foto: Dok. Pemprov DKI

Sebagai informasi, Jakarta dan Seoul diketahui telah menjalin hubungan sister city selama lebih dari empat dekade. Jakarta merupakan salah satu dari 25 sister city Seoul sekaligus mitra penting Seoul di Asia Tenggara.

Menurut Rano, Jakarta dan Seoul memiliki sejumlah kesamaan sebagai kota besar di Asia. Keduanya merupakan pusat ekonomi dengan industri kreatif yang kuat dan memiliki ambisi untuk memperkuat posisi sebagai kota global.

“Jakarta dan Seoul memiliki banyak kesamaan sebagai kota-kota besar di Asia. Kedua kota merupakan pusat ekonomi yang penting, dengan industri kreatif yang kuat, serta memiliki ambisi yang terus tumbuh untuk memperkuat posisinya sebagai kota global,” tutur Rano.

Dalam pertemuan itu, Rano juga menyampaikan ketertarikan Jakarta untuk mempelajari pengalaman Seoul dalam menata kota tanpa meninggalkan unsur kebudayaan.

Contohnya seperti pengembangan Seongsu-dong sebagai kawasan kreatif yang mempertemukan komunitas, anak muda, seniman, pelaku usaha, hingga industri kreatif.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bertemu dengan Wakil Wali Kota Seoul Jeong Sang-hun dalam pertemuan di Seoul Metropolitan Government Building, Seoul, Korea Selatan, Selasa (6/10/2026). Foto: Dok. Pemprov DKI

Selain itu, Seoul juga menjadi rujukan dalam menghidupkan ruang publik sepanjang hari, mulai dari taman hingga berbagai aktivitas budaya dan kuliner.

“Kami tertarik untuk belajar dari pengalaman Seoul dalam pembangunan dan perancangan kota. Seiring transformasi Jakarta menjadi kota global, kami melihat peluang pertukaran pengetahuan mengenai ruang publik, desain perkotaan, dan upaya menciptakan kota yang lebih layak huni,” jelasnya.

Pertukaran pengalaman tersebut juga berjalan dua arah. Seoul disebut tertarik mempelajari pengalaman Jakarta dalam mengelola kota dengan populasi besar, kepadatan tinggi, serta mobilitas jutaan warga setiap hari.

Pertemuan itu turut menyinggung rencana perayaan lima abad Jakarta pada 2027. Rano mengundang Seoul untuk ikut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Salah satunya melalui kemungkinan pertandingan sepak bola yang melibatkan klub dari kota-kota sister city.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bertemu dengan Wakil Wali Kota Seoul Jeong Sang-hun dalam pertemuan di Seoul Metropolitan Government Building, Seoul, Korea Selatan, Selasa (6/10/2026). Foto: Dok. Pemprov DKI

Rano pun berharap klub sepak bola seperti FC Seoul dapat hadir di Jakarta. Harapan itu kemudian disambut positif oleh Jeong Sang-hun.

Sementara itu, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim menerangkan pertemuan tersebut menjadi upaya memperkuat hubungan Jakarta-Seoul yang telah terjalin selama puluhan tahun melalui kerja sama yang lebih konkret.

“Yang ingin kita perkuat bukan hanya kerja sama antarpemerintah, tetapi juga jembatan bagi anak-anak Jakarta untuk belajar, bagi pelaku kreatif untuk berkolaborasi, dan bagi kedua kota untuk saling belajar membangun kota yang lebih layak huni,” terang Chico.

Kunjungan Wagub Rano ke Korea Selatan menjadi bagian dari rangkaian agenda Pemprov DKI Jakarta atas undangan Pemerintah Metropolitan Seoul.