114 Rumah Terdampak Imbas Kebakaran Permukiman Padat di Batu Ceper, Jakpus

Sebanyak 114 rumah terdampak kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Jalan Batu Ceper 8, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (31/8).
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim menyebut kebakaran itu berdampak pada 310 Kartu Keluarga (KK) atau 880 jiwa. Dan tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut.
“Alhamdulilah, tidak ada korban jiwa dari kalangan warga,” kata Chico dalam keterangan yang diterima kumparan, Selasa (1/9).
Semula laporan kebakaran diterima Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta pada pukul 13.40 WIB. Petugas pertama tiba di lokasi lima menit kemudian dan operasi pemadaman dimulai pukul 13.46 WIB.
Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, kata Chico, menambah sebanyak 29 unit mobil pemadam dengan 135 personel dikerahkan.
“Karena hunian sangat padat dan angin kencang mempercepat perambatan api,” jelasnya.
Api berhasil dilokalisir pada pukul 16.17 WIB. Dan seluruh operasi penanganan kebakaran selesai pada pukul 18.00 WIB.
Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.
Lebih lanjut Chico mengatakan kecepatan penanganan di lapangan menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta.
“Dalam hitungan menit setelah laporan masuk, Damkar sudah bekerja. Itu yang kami tuntut yaitu cepat, terukur, dan tidak meninggalkan warga. Malam itu juga kewilayahan dan Dinas Sosial sudah membuka posko serta menyalurkan makanan,” ujar Chico.
4 Posko Pengungsian Disiapkan
Kebakaran berdampak pada empat RT di RW 01, yakni RT 04, RT 05, RT 07, dan RT 09.
Camat Gambir Muhammad Iqbal mengatakan empat posko disiapkan yang terdiri dari dua pos milik Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, satu pos BPBD DKI Jakarta, dan satu pos yang disiapkan warga.
“Warga yang mengungsi disiapkan 4 pos pengungsian di sekitar lokasi RW 01,” ujar Iqbal saat dihubungi kumparan, Selasa (1/9).
“2 pos dari Dinsos, 1 pos dari BPBD, dan 1 pos milik warga,” lanjutnya.
Tenda, toilet, dan air bersih juga disediakan untuk warga terdampak, termasuk kelompok rentan seperti balita, lansia, dan anak usia sekolah.
Sementara Dinas Sosial DKI Jakarta juga telah menyalurkan makanan siap saji ke sejumlah posko pada Senin (31/8) malam. Bantuan lanjutan dari Bazis, Baznas, dan PMI dijadwalkan masuk secara bergantian mulai Selasa (1/9).
Pendataan warga terdampak masih dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan sesuai kebutuhan, termasuk bagi kelompok rentan dan anak-anak sekolah.
Di sisi lain, Polres Metro Jakarta Pusat, kata Chico, menurunkan tim forensik untuk mendalami penyebab kebakaran. Dua petugas Damkar yang mengalami kelelahan dan terpapar asap juga telah mendapat penanganan medis.
“Pemprov DKI mengapresiasi kerja keras personel Gulkarmat yang menghadapi akses sempit, sumber air yang jauh, dan perambatan api yang cepat,” pungkas Chico.
Pemprov DKI bersama Pemerintah Kota Jakarta Pusat memastikan pendampingan terhadap warga terdampak terus dilakukan. Pemerintah juga akan membantu pengurusan dokumen warga yang hilang serta merumuskan langkah pemulihan hunian secara bertahap.
“Ke depan, Pemprov DKI bersama Pemkot Jakarta Pusat akan memastikan logistik harian tetap berjalan, membantu pengurusan dokumen yang hilang, dan merumuskan langkah pemulihan hunian secara bertahap,” terang Chico.
Warga di sekitar lokasi diimbau tidak mendekati puing-puing bangunan demi keselamatan dan kelancaran distribusi bantuan.
