3 Penyerang Polisi saat Penggerebekan Narkoba di Katingan Ditangkap

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tiga polisi yang tewas saat menjalankan tugas mengungkap peredaran narkoba di  Katingan, Kalimantan Tengah. Foto: Instagram/@kejari_katingan
zoom-in-whitePerbesar
Tiga polisi yang tewas saat menjalankan tugas mengungkap peredaran narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah. Foto: Instagram/@kejari_katingan

Polres Katingan menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satresnarkoba saat penggerebekan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah.

Ketiga pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial N, R, dan S alias A. Sebelumnya polisi lebih dulu mengamankan R dan S, yang terbaru polisi berhasil mengamankan N.

“Ada yang sudah diamankan, N, R dan S,” kata Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono saat dihubungi, Senin (6/7).

Menurut Dodik, ketiganya diduga terlibat dalam penyerangan terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang menyebabkan tiga personel kepolisian meninggal dunia.

“Menyerang dengan parang dan turut serta,” ucap dia.

Suasana pemakaman Briptu Nopandri di Katingan, Kalimantan Tengah. Foto: Dok. Polres Katingan

Dodik mengatakan, dari tiga orang yang diamankan, sebagian telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, proses penyelidikan terhadap pelaku lainnya masih terus dilakukan.

“Ada yang tersangka, ada yang masih pendalaman,” ujarnya.

Sementara itu, polisi masih memburu terduga bandar sabu berinisial B yang menjadi target operasi penggerebekan tersebut.

“Iya (masih pengejaran),” kata dia.

Peristiwa itu terjadi saat Satresnarkoba Polres Katingan menggerebek lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis (2/7) dini hari. Dalam operasi tersebut, petugas diduga mendapat perlawanan dari sejumlah orang yang membawa senjata tajam.

Akibat insiden itu, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur saat menjalankan tugas. Sementara Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto kemudian ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Katingan setelah sebelumnya dilaporkan hilang.