3 Warga Terluka Diserang 40 Orang Gangster di Johar Baru, 5 Pelaku Ditangkap

Polisi menangkap lima terduga pelaku penyerangan oleh kelompok gangster yang membacok tiga warga di Jalan Tanah Tinggi XII, Johar Baru, Jakarta Pusat. Penyerangan itu terjadi pada Jumat (26/6) sekitar pukul 04.20 WIB dan sempat viral di media sosial.
Dalam peristiwa itu, tiga korban mengalami luka bacok di bagian punggung, pinggang, dan lengan usai diserang puluhan orang yang datang menggunakan sekitar 20 sepeda motor.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P Hutagalung mengatakan, pihaknya langsung bergerak melakukan penyelidikan usai menerima laporan.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan jalanan yang mengancam keselamatan warga,” kata Reynold dalam keterangannya, Senin (29/6).
Reynold menjelaskan, sekitar 40 orang pelaku datang secara tiba-tiba lalu menyerang warga yang berada di lokasi hingga menyebabkan tiga orang terluka. Korban kemudian menjalani perawatan medis dan visum untuk kebutuhan penyidikan.
Dari hasil penyelidikan, pemeriksaan saksi, analisis CCTV, dan pengembangan di lapangan, polisi menangkap lima terduga pelaku berinisial P, HS, IW, AS, dan MDP.
“Seluruh pelaku yang terlibat akan kami kejar dan proses sesuai hukum yang berlaku guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tuturnya.
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, yakni dua bilah celurit, dua unit sepeda motor yang diduga digunakan saat kejadian, satu jaket milik pelaku, rekaman CCTV, serta hasil visum korban.
Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful Anwar mengatakan, pihaknya masih memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.
“Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang telah teridentifikasi serta mendalami keterkaitan kelompok gangster yang terlibat, termasuk aktivitas mereka di media sosial. Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan Kamtibmas kepada kepolisian,” ucapnya.
Saat ini, kelima terduga pelaku sudah diamankan di Polsek Johar Baru untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih memburu pelaku lain yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
