65 Kader Mubalig Diwisuda, Pramono Buka Peluang Isi Ceramah di Balai Kota

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan sambutan pada Wisuda Mahasiswa Pendidikan Kader Mubalig (PKM) Angkatan XXXII tahun 2025 dan Studium General Angkatan XXXIII tahun 2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan sambutan pada Wisuda Mahasiswa Pendidikan Kader Mubalig (PKM) Angkatan XXXII tahun 2025 dan Studium General Angkatan XXXIII tahun 2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Wisuda Mahasiswa Pendidikan Kader Mubalig (PKM) Angkatan XXXII Tahun 2025 dan Studium Generale Angkatan XXXIII Tahun 2026 yang diselenggarakan Koordinasi Dakwah Islam (KODI) Provinsi DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/7).

Dalam kesempatan itu, sebanyak 65 kader mubalig diwisuda, sementara 75 mahasiswa baru diterima untuk mengikuti Pendidikan Kader Mubalig (PKM) Angkatan XXXIII.

Ketua KODI DKI Jakarta KH Jamaluddin F. Hasyim mengatakan pendidikan kader mubalig telah menjadi program utama organisasi sejak berdiri pada 1969. Para peserta mengikuti pendidikan selama delapan bulan sebelum akhirnya diwisuda.

“Di tahun kelima periode kami ini, kita sudah melahirkan kurang lebih 2.310 yang kita terima, dan yang sudah diwisuda adalah 1.682 orang. Ini sejak tahun 2022. Jadi sebelumnya pasti lebih banyak lagi. Sehingga kalau dihitung, alumni PKM KODI itu sudah ribuan orang,” kata Jamaluddin dalam sambutannya.

Meski demikian, ia mengakui potensi para alumni belum dimanfaatkan secara optimal, termasuk di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Masjid di lingkungan Pemprov banyak sekali belum memberdayakan dai-dai dari KODI. Mudah-mudahan setelah ini ada instruksi dari Pak Gubernur langsung soal itu,” ujarnya.

Menurut Jamaluddin, saat ini KODI juga menjalankan pembinaan dakwah di sejumlah rusunawa di Jakarta. Namun, keterbatasan anggaran membuat program tersebut baru menjangkau 12 dari sekitar 40 rumah susun, termasuk tiga rusunawa yang didukung Baznas Bazis DKI Jakarta.

Pramono: Alumni KODI Bisa Berdakwah di Balai Kota

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan sambutan pada Wisuda Mahasiswa Pendidikan Kader Mubalig (PKM) Angkatan XXXII tahun 2025 dan Studium General Angkatan XXXIII tahun 2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Menanggapi hal tersebut, Pramono langsung meminta jajarannya memberi ruang bagi alumni KODI untuk berdakwah di lingkungan Balai Kota.

“Pak Kiai, jangan khawatir, saya minta nanti Pak Asisten untuk alumni KODI ini diberdayakan di Balai Kota. Kalau perlu kita mulai dari Balai Kota kita. Jangan Pak Kiai-nya yang kasih ceramah, kasih kesempatan untuk itu dan kita akan mengikuti itu,” kata Pramono.

Ia bahkan meminta lulusan terbaik angkatan kali ini diberi kesempatan menyampaikan ceramah di Masjid Balai Kota pada pekan depan.

“Dalam kesempatan ini, sebagai Gubernur Jakarta, saya betul-betul ingin memberikan kesempatan Saudara-saudara sekalian. Bahkan kalau perlu, Jumat depan saya minta salah satu lulusan terbaiknya di masjid kita. Saya pengin tahu bagaimana hasilnya,” ucapnya.

Pramono berharap para lulusan mampu menjadi teladan dalam memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah, sekaligus menghadirkan dakwah yang menyejukkan bagi masyarakat Jakarta.

“Jakarta sebagai kota global, kota yang berkebudayaan, kota yang inklusif, benchmark-nya sekarang bukan lagi kota-kota di Indonesia, tetapi kota-kota dunia. Saudara-saudara nantinya akan mengambil peran untuk itu. Islam yang ada di kita adalah Islam yang membawa kesejukan, rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Siapkan 1.000 Alquran Sambut 5 Abad Jakarta

Para Wisudawan Mahasiswa Pendidikan Kader Mubalig (PKM) Angkatan XXXII tahun 2025 dan Studium General Angkatan XXXIII tahun 2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Dalam sambutannya, Pramono juga mengatakan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencetak 1.000 Alquran sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-500 tahun atau 5 abad Jakarta.

Menurutnya, gagasan itu muncul setelah mendengar masukan dari Ketua KODI DKI Jakarta.

“Tadi saya langsung bisik-bisik sama Pak Ali, ‘Pak Ali, kita buatkan Alquran 1.000, dan khusus untuk menyambut 5 abad Jakarta’,” kata Pramono.

Pramono menjelaskan, sebanyak 500 Alquran akan digunakan untuk program khataman Al-Qur’an, sedangkan 500 lainnya diperuntukkan bagi kegiatan tadarus.

“Alquran-nya dibagi dua. Yang 500 untuk khataman Alquran, yang 500 untuk tadarusan. Nanti jumlahnya 500 khataman, 500 tadarusan kita taruh di Balai Kota menyambut 5 abad Jakarta,” ujar Pramono.

Lebih lanjut Pram berharap rangkaian kegiatan tersebut menjadi simbol perayaan lima abad Jakarta sekaligus memperkuat syiar Islam dan kebersamaan masyarakat Ibu Kota.