Ada Titik Terang, Ayah Jurnalis yang Hilang Minta Basarnas Kembali Cari Korban

Keluarga M. Bagus Khoirunnas, salah satu jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, berharap Basarnas kembali melakukan pencarian. Harapan itu muncul setelah salah Sukarman, satu kru kapal yang juga hilang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu.
Mansyur, ayah M. Bagus, meminta Basarnas kembali mencari delapan orang yang hilang setelah adanya titik terang dari penemuan jenazah Surakman alias Sukarman (60).
“Kami berharap ada pencarian karena sudah ada titik terang,” kata Mansyur saat dihubungi kumparan, Rabu (23/9).
“Kami minta Basarnas kembali melakukan pencarian korban selat Sunda, karena sudah ada titik terang,” lanjutnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Banten Al Amrad mengatakan operasi pencarian sebelumnya telah dilakukan selama 7 hari dan diperpanjang 3 hari. Dalam operasi tersebut, tim menemukan satu jenazah pada 12 September.
“Masalah pencarian ulang dan tidak, seperti yang kami sampaikan tadi, Pak. Secara aturan pencarian kami itu terlaksana selama 7 hari. Selama 7 hari kita sudah perpanjang 3 hari. Di 7 hari itu kita menemukan jenazah pada tanggal 12. Sampai tanggal 14 kita evaluasi, kita perpanjang 3 hari,” kata Al Amrad dalam jumpa pers di Mapolda Banten.
Setelah perpanjangan pencarian selama tiga hari, tim SAR tidak kembali menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Pencarian kemudian dilanjutkan dengan penyebaran informasi melalui e-broadcast dan pemapelan.
“Setelah 3 hari itu tidak ada tanda-tanda korban, makanya kita lakukan dengan tindak lanjut e-broadcast dan pemapelan. Seperti itu,” ujarnya.
Informasi tersebut disebarkan dengan melibatkan VTS, stasiun radio pantai, nelayan, hingga masyarakat di sekitar pesisir Muara Selat Sunda dan Lampung. Pemantauan juga dilakukan terhadap transportasi yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
“Jadi e-broadcast yang kita lakukan itu termasuk pemapelan itu, kami libatkan dengan VTS, termasuk stasiun radio pantai, termasuk para nelayan, termasuk para masyarakat yang di sekitar pesisir Muara Selat Sunda, pesisir sekitar Lampung, dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda disampaikan di informasi tersebut. Termasuk transportasi-transportasi yang melintasi wilayah sekitar lokasi kejadian. Seperti itu,” jelasnya.
Sebelumnya, jenazah pria tanpa identitas yang ditemukan di perairan Pulau Enggano diketahui merupakan Surakman setelah dilakukan pencocokan DNA.
Jenazah Surakman saat ini masih berada di Bengkulu dan rencananya akan dibawa oleh Polairud. Lalu pada Kamis (24/9) jenazah akan diterbangkan dari Bengkulu ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, untuk diserahkan ke pihak keluarga.
Surakman merupakan ABK kapal Arupadatu 1 yang membawa lima jurnalis untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9). Setelah kejadian tersebut, delapan orang di kapal dilaporkan hilang kontak.
Mereka terdiri dari kapten kapal Warta (55), ABK Surakman (60), guide Heriyanto (49), serta lima jurnalis yakni M. Bagus Khoirunnas (Antara), Arie Basuki (Merdeka), Yudistiro Pranoto (iNews), Firdaus Wajidi (Anadolu), dan Donal Husni (freelance).
