Antisipasi Karhutla, Jalur Pendakian Gunung Kerinci-Masurai Ditutup Sementara

Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) menutup sementara aktivitas kunjungan wisata di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), termasuk sejumlah jalur pendakian gunung.
Kebijakan tersebut mulai berlaku Selasa (1/9) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau.
Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Jambi BBTNKS, M. Zainuddin, mengatakan keputusan penutupan disampaikan setelah pihaknya mengikuti rapat dan menerima arahan dari pimpinan.
“Untuk pendakian di kawasan TNKS terhitung tanggal 1 September 2026 akan dilakukan penutupan. Baik untuk booking online maupun manual,” kata Zainuddin dalam keterangannya.
Penutupan tersebut berdampak pada tiga jalur pendakian yang berada di wilayah Jambi. Jalur pendakian Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh di Kabupaten Kerinci, serta Gunung Masurai di Kabupaten Merangin, untuk sementara tidak menerima aktivitas pendakian.
Zainuddin menegaskan kebijakan tersebut bersifat sementara.
“Penutupan sementara ya,” ujarnya.
Kebijakan penutupan kawasan TNKS merupakan tindak lanjut arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni setelah Rapat Koordinasi Karhutla di Palembang, Senin (31/8).
Dalam arahan tersebut, pemerintah menutup sementara aktivitas pengunjung di sembilan taman nasional yang dinilai memiliki kerentanan kebakaran cukup tinggi.
Selain TNKS, delapan taman nasional lainnya yang ditutup sementara yakni Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Taman Nasional Gunung Ciremai, Taman Nasional Tambora, Taman Nasional Manusela, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Taman Nasional Gunung Leuser, dan Taman Nasional Lorentz.
Raja Juli mengatakan penutupan dilakukan untuk menekan risiko kebakaran di kawasan konservasi sekaligus memastikan sumber daya penanganan karhutla dapat difokuskan ke wilayah prioritas.
Menurutnya, keberadaan kebakaran di kawasan taman nasional berpotensi membuat helikopter water bombing yang seharusnya digunakan untuk menangani karhutla di enam provinsi prioritas harus dialihkan.
“Beberapa helikopter water bombing yang mestinya bisa dimaksimalkan di 6 provinsi prioritas, karena ada kebakaran di beberapa taman nasional, helikopter juga di-deploy ke taman nasional tersebut,” kata Raja Juli.
