Awal Mula Mayat Ditemukan di Gardu Listrik Pancoran, Berawal dari Tumpahan Darah

Penemuan mayat pria tanpa identitas di dalam gardu listrik di bawah Stasiun LRT Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (1/9), berawal dari adanya tumpahan darah. Temuan itu kemudian dilaporkan warga ke petugas pemadam kebakaran.
Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan Asril Rizal mengatakan, warga bernama Waluyo mendatangi Damkar Sektor VIII Pancoran untuk melaporkan adanya tumpahan darah di bagian panel gardu.
“Waloyu (saksi) mendatangi Damkar Sektor VIII Kec. Pancoran untuk menginformasikan adanya tumpahan darah di panel (yang diduga mayat) dan selanjutnya Tim Rescue Sektor VIII Pancoran menindaklanjuti Laporan tersebut,” ujar Asril dalam keterangannya, Rabu (2/9).
Petugas kemudian mengerahkan satu unit light rescue dari Pos Rawajati ke lokasi di Jalan Gatot Subroto, Pancoran. Tim tiba sekitar pukul 19.07 WIB dan mulai melakukan penanganan pada pukul 19.09 WIB.
Saat dicek. petugas menemukan seorang pria tanpa identitas dalam kondisi meninggal dunia di dalam gardu. Jenazah kemudian dievakuasi pada pukul 20.50 WIB.
Sebelumnya diberitakan, pria tersebut diduga masuk ke gardu dari bagian bawah untuk mencuri kabel. Saat ditemukan, dia disebut membawa kantong plastik, gergaji besi, dan topi.
Untuk proses evakuasi, aliran listrik di gardu sempat dimatikan sementara. Namun, kondisi tersebut tidak berdampak terhadap operasional LRT Jabodebek. Identitas pria tersebut belum diketahui.
