Bandara Frans Sales Lega NTT Rusak Diguncang Gempa, Penerbangan Distop Sementara

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi kerusakan di Bandara Frans Sales Ruteng usai gempa 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi kerusakan di Bandara Frans Sales Ruteng usai gempa 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Bandar Udara Frans Sales Lega, yang melayani penerbangan di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mengalami kerusakan akibat guncangan gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang terjadi Sabtu (15/8) pagi sekitar pukul 04.58 WIB.

Kerusakan terlihat pada bagian atap bangunan terminal, di mana sejumlah panel atap dan genting terlepas dan berjatuhan ke area sekitarnya. Beberapa bagian dinding juga terlihat mengalami retakan, namun landasan pacu dilaporkan belum mengalami kerusakan yang mengganggu fungsi utama.

Saat gempa berlangsung, petugas bandara yang sedang bertugas langsung berlindung di tempat aman dan segera melakukan evakuasi mandiri. Aktivitas penerbangan untuk sementara waktu dihentikan sementara petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kelayakan fasilitas dan keselamatan operasi penerbangan.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Frans Sales Lega, Punto Widaksono menyatakan, tim teknis sedang melakukan pengecekan menyeluruh mulai dari struktur bangunan, sistem kelistrikan, hingga peralatan navigasi.

“Kami belum bisa memastikan kapan operasi kembali normal sebelum hasil pemeriksaan lengkap keluar,” ujarnya.

Gempa berpusat di laut sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo pada kedalaman 15 kilometer, dan sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian dicabut. Guncangan terasa kuat hingga ke Ruteng, selain merusak bandara juga dilaporkan menyebabkan kerusakan di sejumlah bangunan lain seperti kampus Unika Santu Paulus, gedung pemerintahan dan gereja.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan calon penumpang untuk memantau informasi resmi terkait jadwal penerbangan yang mungkin mengalami perubahan sementara.