Beredar Info Gempa Susulan Besar di NTT, BMKG Pastikan Hoaks

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah bangunan yang rusak parah usai gempa 7,7 magnitudo di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: SELO / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah bangunan yang rusak parah usai gempa 7,7 magnitudo di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: SELO / AFP

BMKG Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan isu prediksi gempa besar pada 15 Agustus pukul 09.00 WITA yang beredar luas di media sosial adalah hoaks dan tidak memiliki dasar ilmiah sama sekali .

"Informasi tersebut tidak benar atau hoaks," tegas Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, dalam keterangan resminya, Sabtu (15/8).

Pernyataan ini dikeluarkan sebagai tanggapan terhadap pesan berantai yang memuat narasi seolah-olah ada peringatan resmi mengenai gempa susulan besar yang akan terjadi pada waktu yang ditentukan.

Arief menjelaskan secara ilmiah, hingga saat ini gempa bumi belum dapat diprediksi secara tepat, baik menyangkut waktu kejadian, lokasi, maupun kekuatannya.

Teknologi yang tersedia saat ini hanya mampu mendeteksi gempa setelah terjadi, kemudian menentukan parameter seperti magnitudo, kedalaman, lokasi episenter, serta menganalisis potensi tsunami apabila memenuhi syarat tertentu.

Tim penyelamat memeriksa sebuah bangunan yang rusak parah di Pelabuhan L. Say usai gempa 7,7 magnitudo di Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Basarnas/via REUTERS

Oleh karena itu, klaim yang menyatakan dapat memastikan gempa besar akan terjadi pada tanggal dan jam tertentu dipastikan tidak berdasar dan bukan pernyataan resmi BMKG .

"Informasi resmi terkait gempa bumi, tsunami, dan fenomena geofisika lainnya disampaikan melalui kanal resmi BMKG secara cepat, tepat, dan akurat," ujarnya .

Masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta meningkatkan literasi kebencanaan agar tidak mudah terprovokasi kabar yang menyesatkan .

Gempa bumi 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Flores pada Sabtu pagi sekitar pukul 04.58 WIB, berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo pada kedalaman 15 kilometer, yang sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum akhirnya dicabut kembali.

Dua Warga di Sikka NTT Dilaporkan Tewas

Sebuah bangunan yang rusak parah usai gempa 7,7 magnitudo di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: SELO / AFP

Dua warga di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT dilaporkan meninggal dunia tertimpa reruntuhan gedung di Pelabuhan Lorens Say Maumere saat gempa berkekuatan 7,7 M yang mengguncang pulau Flores, Sabtu 15 Agustus 2026 pagi.

Kepala SAR Maumere, Fathur Rahman mengatakan saat ini dua orang dilaporin meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka.

"Satu meninggal di rumah sakit setelah dievakuasi dan yang satu meninggal ditemukan di reruntuhan gedung," katanya.

Menurutnya, ratusan calon penumpang itu tertimpa reruntuhan saat berada di ruang tunggu pelabuhan Lorens Say Maumere.

"Saat gempa, kebetulan ada jadwal kapal Pelni yang mau sandar," ujarnya.

Sementara BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini akan potensi tsunami.

Hingga kini, jumlah pasti bangunan yang rusak dan korban terdampak masih dalam pendataan. Kondisi kerusakan juga masih menunggu verifikasi dari pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait.

Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari BMKG serta pemerintah daerah terkait potensi tsunami dan perkembangan kondisi pascagempa.