BUMD DKI Teken 15 Kerja Sama, Rp 5 Triliun Mengalir untuk Elektrifikasi TransJ

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta menandatangani 15 kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perangkat daerah, dan sesama BUMD di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/10). Salah satu kerja sama yang dibahas yakni fasilitas pembiayaan elektrifikasi armada TransJakarta senilai Rp 5,07 triliun.
Kepala BUMD DKI Jakarta Saefullah Hidayat mengatakan, penandatanganan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam BUMD Leaders Forum beberapa waktu lalu. Arahan itu meminta seluruh BUMD bersinergi untuk meningkatkan layanan dan kinerja perusahaan.
Saefullah melaporkan, hingga triwulan III 2026, terdapat 52 kerja sama strategis dengan nilai mencapai Rp 4,5 triliun yang meliputi sinergi BUMD dengan BUMN, antar-BUMD, dan perangkat daerah.
"27 Kerja sama antara BUMD dengan BUMN senilai Rp 2,4 triliun," kata Saefullah dalam sambutannya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/10).
"Kemudian 25 kerja sama sinergi antar BUMD senilai 2,1 triliun," lanjutnya.
Adapun dalam penandatanganan pada Senin, kerja sama BUMD dengan BUMN dilaporkan senilai Rp 120 miliar. Kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan sarana pendukung telekomunikasi dan layanan konektivitas, penyediaan CCTV dan pusat data, serta kajian pemanfaatan limbah minyak dan lemak menjadi biofuel.
Sementara itu, kerja sama BUMD dengan perangkat daerah dilaporkan senilai Rp 909 miliar. Salah satunya berupa sinergi delapan BUMD dengan 31 rumah sakit umum daerah (RSUD), yang meliputi penyediaan rantai pasok bahan makanan, pengelolaan sanitasi limbah medis dan nonmedis, serta penyediaan air bersih.
Kerja sama lainnya mencakup dukungan pembiayaan kepemilikan rumah bagi pekerja sektor informal melalui sinergi Bank DKI dan Jamkrida dengan Dinas Perumahan serta Dinas Koperasi UKM.
Adapun kerja sama antar BUMD dilaporkan senilai Rp 41 miliar, meliputi penyediaan CCTV dan Wi-Fi, fasilitasi pembiayaan dan penjaminan proyek, kerja sama konstruksi, pengembangan kawasan properti dan Transit-Oriented Development (TOD), serta pengelolaan limbah.
Selain itu, saefullah melaporkan program elektrifikasi Transjakarta mencakup 3.782 unit armada bus dan Mikrotrans. Pemenuhan kebutuhan elektrifikasi seluruh armada tersebut direncanakan berlangsung dalam kurun waktu tiga tahun.
"Program ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi kebutuhan elektrifikasi armada bus dan Mikrotrans seluruhnya sebanyak 3.782 unit yang akan dilaksanakan dalam waktu 3 tahun ke depan," ujar Saefullah.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, realisasi menjadi hal terpenting dari berbagai kerja sama yang ditandatangani tersebut. Menurutnya, kesepakatan yang dibuat harus benar-benar diwujudkan.
"Bagi saya yang paling penting sebenarnya bukan tanda tangannya, bukan kerja samanya, tetapi realisasinya," kata Pramono.
Pramono menilai pembiayaan elektrifikasi Transjakarta menjadi salah satu kerja sama yang paling menantang untuk direalisasikan karena nilai pembiayaannya besar dan mencakup ribuan armada.
"Angkanya besar banget," ungkapnya.
Pramono mengatakan, saat ini Jakarta telah memiliki 500 bus listrik. Apabila program elektrifikasi tersebut terealisasi, ia berharap hampir seluruh armada bus di Jakarta menggunakan teknologi listrik, hibrida, dan hidrogen.
"Dan kalau itu sudah bisa diwujudkan, sebenarnya hampir 100% bus kita itu bus elektrik, hybrid, dan hidrogen," kata Pramono.
