CCTV Pemprov DKI Dirusak Massa, Pramono Minta Pelaku Ditelusuri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat melakukan peninjauan persiapan peresmian LRT Jakarta di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Senin (24/8/2026). Foto: Nur Pangesti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat melakukan peninjauan persiapan peresmian LRT Jakarta di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Senin (24/8/2026). Foto: Nur Pangesti/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pelaku perusakan kamera pengawas atau CCTV milik Pemprov DKI Jakarta saat aksi penyampaian aspirasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8) malam ditelusuri.

“Untuk perusakan CCTV, tentunya saya akan meminta kepada Kepala Dinas Diskominfotik (Marulina) untuk mempelajari siapa yang melakukan itu dan tujuannya apa. Dan kalau kemudian bisa terdeteksi, tentunya kami akan melakukan tindakan lebih lanjut,” kata Pramono usai menghadiri peresmian wajah baru Rumah Sakit Tria Dipa, Jakarta Selatan, Jumat (28/8).

Pramono menegaskan perusakan fasilitas publik tidak dibenarkan. Ia menyebut penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat di negara demokrasi, tetapi harus dilakukan sesuai prosedur.

“Sebagai negara demokrasi, demo itu diperkenankan, diizinkan, selama mengikuti prosedur dan sebagainya. Tetapi kalau kemudian melakukan perusakan, anarkistis, dan sebagainya, tentunya tidak ada masyarakat yang kemudian memberikan support untuk itu,” ujarnya.

Pramono mengatakan dirinya telah menerima laporan terkait kondisi di lapangan saat aksi berlangsung.

Selain itu, Pramono berkoordinasi dengan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) DKI Jakarta yang bertanggung jawab terhadap penanganan aksi.

Menurutnya, setelah aksi berakhir sekitar pukul 01.00-01.30 WIB, petugas Pemprov DKI langsung melakukan pembersihan di sejumlah lokasi terdampak.

“Begitu selesai aksi tadi malam di kurang lebih jam 01.00-01.30, kalau dilihat di lapangan, Pasukan Oranye, pasukan hijau, pasukan yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta langsung membersihkan itu,” katanya.

Pramono menyebut langkah tersebut membuat kondisi jalan di Jakarta kembali relatif normal pada Jumat (28/8) pagi.

Perusak CCTV Akan Dilaporkan

Ilustrasi CCTV. Foto: Victor Prilepa/Shutterstock

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi juga menyayangkan perusakan sejumlah CCTV oleh massa saat penyampaian aspirasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8) malam.

Dalam video yang beredar, sejumlah massa terlihat memanjat tiang dan melakukan perusakan terhadap kamera CCTV.

“Kami sangat menyayangkan adanya perusakan beberapa CCTV, antara lain di Pejompongan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Marulina dalam keterangannya yang diterima kumparan, Jumat (28/8).

Marulina menjelaskan CCTV merupakan fasilitas publik yang digunakan untuk membantu mencegah kriminalitas, memantau pelayanan publik, hingga mendukung pengaturan lalu lintas di Jakarta.

Ia memastikan Pemprov DKI akan melaporkan tindakan perusakan fasilitas tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Setiap tindakan perusakan terhadap fasilitas publik akan kami laporkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Marulina juga mengajak masyarakat menjaga fasilitas publik yang dibangun untuk kepentingan bersama. Menurutnya, penyampaian aspirasi tidak seharusnya berujung pada kerusakan fasilitas yang digunakan masyarakat.

“Jangan sampai penyampaian aspirasi justru merusak fasilitas yang dibangun untuk kepentingan masyarakat sendiri,” kata Marulina.