Cita-cita Suyudi Bila Jadi Kapolri: Korban Temukan Pertolongan, Bukan Kerumitan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (kiri) mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).  Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (kiri) mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Calon tunggal kapolri, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, menegaskan pentingnya kehadiran Polri yang memberikan rasa aman dan kemudahan bagi masyarakat. Dia ingin masyarakat, khususnya korban kejahatan, mendapatkan pertolongan ketika datang ke kantor polisi, bukan justru menghadapi kerumitan.

Hal itu disampaikan Suyudi saat memaparkan gagasannya. Menurut Suyudi, ukuran keberhasilan Polri harus dilihat dari hal-hal yang benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Saya ingin keberhasilan Polri kelak dinilai bukan dari banyaknya slogan, aplikasi, operasi, rapat, atau publikasi, tetapi dari hal yang benar-benar dirasakan. Masyarakat lebih aman, laporan lebih mudah diterima, pertolongan datang lebih cepat, perkara lebih pasti, korban terlindungi, hukum diterapkan adil, anggota berintegritas memiliki masa depan, dan penyimpangan dapat dikoreksi tanpa harus menunggu viral,” kata Suyudi saat fit and proper Calon Kapolri bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10).

Suyudi kemudian menekankan pentingnya menciptakan pengalaman yang berbeda bagi masyarakat ketika berhadapan dengan kepolisian. Dia ingin polisi dapat menghadirkan rasa aman sejak masyarakat, termasuk anak-anak, melihat sosok polisi.

Calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (kiri) mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

“Cita-cita saya sederhana. Ketika seorang anak melihat polisi, ia merasa aman, bukan takut. Ketika korban datang ke kantor polisi, ia menemukan pertolongan, bukan kerumitan. Ketika masyarakat menyampaikan kritik, polisi mampu mendengar tanpa kehilangan kewibawaan. Ketika kejahatan mengancam, polisi hadir paling depan dengan keberanian dan profesionalisme,” kata Suyudi.

“Itulah makna Polisi Bersama Masyarakat: hadir untuk melindungi, dekat untuk mengayomi, cepat untuk melayani, adil dan menegakkan hukum, terbuka untuk diawasi, dan adaptif menghadapi perubahan,” lanjutnya.

Suyudi juga menekankan kekuatan Polri tidak seharusnya dibangun melalui rasa takut masyarakat terhadap aparat. Menurut dia, kepercayaan masyarakat menjadi hal penting dalam membangun kewibawaan kepolisian.

“Polri yang kuat bukan karena ditakuti, melainkan karena dipercaya. Polri yang berwibawa bukan karena menjaga jarak, melainkan karena hadir bersama rakyat ketika negara dibutuhkan,” ungkap Suyudi.

“Karena bagi saya, menjadi polisi adalah kehormatan, memimpin Polri adalah amanah, dan mengabdi bersama masyarakat adalah tujuan,” pungkas dia.