Djarot: Pos Pengaduan di Balai Kota Dibuat Agar Lebih Cepat Ditangani

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Foto bersama murid dari Life Community School. (Foto: Nadia Jovita/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama murid dari Life Community School. (Foto: Nadia Jovita/kumparan)

Plt Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, menyiapkan 5 pos pengaduan bagi warga Jakarta yang memiliki permasalahan. Dia mengatakan pos pengaduan ini dibuat agar warga lebih tertata dalam melaporkan permasalahannya ke Pemprov DKI Jakarta.

Warga di Balai Kota. (Foto: Nadia Riso/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Warga di Balai Kota. (Foto: Nadia Riso/kumparan)

"Kemarin hari Rabu (11/5) kan kami sudah rapat koordinasi dengan seluruh SKPD, dan saya sampaikan untuk pengaduan pelayanan itu bisa lebih cepat, bisa lebih tertib, bisa lebih fokus, dan bisa lebih terkontrol dalam hal tindak lanjutnya. Oleh karena itu, kita gunakan per bidang yang selama ini banyak masuk ke DKI, yang selama ini ditangani Pak Ahok, sehingga dengan cara seperti ini bisa lebih tertib, lebih enak, dan kami juga bisa berkonsentrasi, saya tentunya tidak campur-campur," ujar Djarot, Jumat (12/5).

Foto bersama murid dari Life Community School. (Foto: Nadia Jovita/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama murid dari Life Community School. (Foto: Nadia Jovita/kumparan)

Meski sudah ada pos pengaduan bukan berarti Djarot tak akan menerima pengaduan langsung dari warga. Hanya saja, kali ini antrean pengaduan akan dibuat lebih tertata.

Warga yang menunggu sesi foto bersama Ahok. (Foto: Nadia Jovita/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Warga yang menunggu sesi foto bersama Ahok. (Foto: Nadia Jovita/kumparan)

Djarot telah berada di Balai Kota sejak pukul 07.30 WIB. Begitu tiba, dia langsung menyapa warga, yang sudah mengantre untuk sesi foto bersamanya.

Warga di Balai Kota. (Foto: Nadia Riso/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Warga di Balai Kota. (Foto: Nadia Riso/kumparan)

Sambil tersenyum, Djarot melayani permintaan warga untuk foto bersama. Sistemnya masih sama ketika Ahok menjabat, yaitu warga yang ingin foto bersama diharuskan untuk mengambil nomor antrean dan menunggu di pintu masuk Balai Kota.

"Bapak-bapak dan ibu-ibu, saat ini sesi foto akan segera dilangsungkan. Jangan dorong-dorong. Nanti saya yang atur masuknya bapak dan ibu," kata petugas yang mengatur.

Warga pun secara bertahap dipersilakan masuk untuk foto bersama. Dalam satu kali sesi foto, sebanyak sekitar 10-15 warga diperkenankan untuk foto bersama Djarot. Di ruang tengah telah disiapkan dua sisi kanan dan kiri agar warga dapat segera bergantian berfoto.

Warga di Balai Kota. (Foto: Nadia Riso/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Warga di Balai Kota. (Foto: Nadia Riso/kumparan)

Meski demikian, petugas agak kewalahan mengatur warga karena sebagian besar warga setelah foto bersama langsung menghampiri Djarot untuk selfie.

"Sudah yah bu, sudah, gantian sama yang lain. Fotonya nanti minta saja sama temannya," kata petugas saat mengatur warga.