Gerebek Kampung Ambon, Polisi Temukan Tombak Hingga Brankas

Polisi menemukan sejumlah senjata tajam, termasuk tombak, brankas, hingga pistol mainan saat menggerebek kawasan Kompleks Permata atau Kampung Ambon, Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (15/10).
Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Di antaranya beberapa klip kecil berisi barang yang diduga sabu.
Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Ardyan Yudo Setyantono, mengatakan polisi mengamankan tujuh orang dalam operasi gabungan tersebut. Hasil tes urine enam dari tujuh orang itu dinyatakan positif.
“Yang di sini dilakukan, kami mengamankan tujuh orang totalnya, yang kami lakukan cek urine positif,” kata Ardyan usai operasi sarang narkoba di Kampung Ambon, Kamis (15/10).
Polisi masih memeriksa ketujuh orang tersebut untuk mendalami dugaan keterlibatan mereka dalam peredaran narkotika. Ardyan mengatakan, pihaknya juga masih menguji barang-barang yang ditemukan untuk memastikan kandungannya.
“Sementara kita masih amankan dan kita lakukan penyelidikan terlebih dahulu,” ujarnya.
Ardyan juga menyebut ada dugaan senjata tajam yang ditemukan di lokasi akan digunakan untuk menyerang. Namun, polisi mengamankan barang-barang tersebut untuk mencegah kemungkinan penyerangan.
“Dugaan ada untuk melakukan penyerangan, akan tetapi kami untuk mencegahnya kami amankan,” kata Ardyan.
Operasi tersebut melibatkan 210 personel gabungan dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Badan Narkotika Nasional (BNN), Brimob, dan Sabhara.
Ardyan mengatakan, penindakan di Kampung Ambon akan terus dilakukan secara berkala. Menurut dia, polisi masih mendapati dugaan aktivitas penjualan narkoba di kawasan tersebut, tetapi belum seluruhnya didukung barang bukti.
“Dalam operasi ini tentunya masih ada orang-orang yang kami dapati masih berjualan. Tapi kami masih belum mendapatkan buktinya,” ujarnya.
Selain penggeledahan, petugas bersama PLN juga memutus aliran listrik di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran narkotika. Menurut Ardyan, pemutusan dilakukan setelah PLN menemukan sambungan listrik ilegal.
Polisi masih mendalami kemungkinan keterkaitan orang-orang yang diamankan dengan jaringan peredaran narkotika di kawasan tersebut.
Pantauan kumparan di lokasi, operasi berlangsung sekitar pukul 10.10 WIB dan berakhir pukul 13.30 WIB.
Petugas menggerebek sejumlah lokasi termasuk rumah, kontrakan dan kos-kosan. Petugas berhasil menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya belasan senjata tajam, termasuk pisau, golok, parang, hingga tombak.
Selain itu ditemukan juga timbangan, ponsel, sejumlah bungkus narkoba dan pistol mainan yang dipajang di salah satu rumah yang digerebek tersebut.
Selain itu petugas juga berhasil mengamankan sejumlah uang tunai, buku tabungan, ATM, kartu identitas, dan brankas mini.
