Jakarta Mau Belajar dari Tokyo: dari Transportasi ke Kepulauan Seribu sampai Bus Hidrogen

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bertemu Wakil Gubernur Tokyo Tomohide Sato di Tokyo Metropolitan Government, Jepang, Selasa (27/10/2026). Foto: Pemprov DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bertemu Wakil Gubernur Tokyo Tomohide Sato di Tokyo Metropolitan Government, Jepang, Selasa (27/10/2026). Foto: Pemprov DKI Jakarta

Pemprov DKI Jakarta ingin belajar dari Tokyo soal pengelolaan transportasi perairan, untuk meningkatkan konektivitas menuju Kepulauan Seribu.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Rano Karno saat bertemu Wakil Gubernur Tokyo Tomohide Sato di Tokyo Metropolitan Government, Selasa (27/10).

Pertemuan itu membahas kerja sama kedua kota yang sudah terjalin sebagai sister city sejak 23 Oktober 1989.

“Kami ingin belajar bagaimana Tokyo mengelola transportasi perairan yang aman, terjangkau, dan andal, mulai dari kerja sama dengan operator, pembiayaan layanan, sampai integrasi antarmoda,” kata Rano dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10).

Jakarta juga tertarik dengan transportasi publik ramah lingkungan di Tokyo, terutama bus hidrogen dan bus listrik.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bertemu Wakil Gubernur Tokyo Tomohide Sato di Tokyo Metropolitan Government, Jepang, Selasa (27/10/2026). Foto: Pemprov DKI Jakarta

Pengalaman Tokyo nantinya jadi bahan kajian dari sisi biaya operasional, pasokan energi, infrastruktur pengisian, perawatan kendaraan, hingga karakteristik rute transportasi publik yang akan disesuaikan dengan Jakarta.

Di bidang budaya, Rano mengatakan Jakarta terus merevitalisasi Kota Tua tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.

Karena itu, Pemprov DKI ingin melihat bagaimana Tokyo mengelola kawasan bersejarah seperti Asakusa dan Kagurazaka, terutama dalam melibatkan warga dan pelaku usaha.

“Kami ingin bertukar pengalaman mengenai pengelolaan kawasan bersejarah seperti Asakusa dan Kagurazaka, khususnya dalam melibatkan masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Rano.

Jakarta juga menjajaki pertukaran pengetahuan soal pengelolaan museum, mulai dari koleksi, pameran, pemanfaatan teknologi digital, hingga program yang menarik bagi anak-anak dan anak muda.

Ilustrasi bangunan di Tokyo yang menghalangi view ke Gunung Fuji. Foto: Fotokon/Shutterstock

Selain itu, Arts Council Tokyo dijadikan acuan untuk memperkuat dukungan bagi komunitas kreatif lewat pendanaan, ruang berkarya, dan program yang dekat dengan masyarakat.

Hal ini sejalan dengan ambisi Jakarta menjadi Kota Sinema, lewat pengembangan industri dan fasilitas film, dukungan untuk sineas, serta pemanfaatan film untuk promosi wisata dan penguatan identitas kota.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim menyebut, pertemuan ini menegaskan komitmen Jakarta untuk terus belajar dan mempererat hubungan dengan Tokyo yang sudah berjalan lebih dari tiga dekade.

“Dari pelestarian Kota Tua sampai transportasi ke Kepulauan Seribu, kami ingin warga Jakarta ikut merasakan manfaat kemitraan lama ini. Tujuannya sederhana, kota yang makin nyaman, berbudaya, dan berkelanjutan,” kata Chico.