Kabut Asap Karhutla Meluas, 860 Warga Riau Terpapar ISPA

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas gabungan menyemprotkan air saat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kampar, Riau, Senin (24/8/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas gabungan menyemprotkan air saat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kampar, Riau, Senin (24/8/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Riau berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sebanyak 800 warga terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Dari total temuan kasus tersebut, Kota Pekanbaru menjadi wilayah dengan penyebaran terbanyak, yaitu mencapai 325 penderita.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Rionaldo Pratama, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan. Karena sebaran kabut asap akibat kebakaran lahan gambut terus meluas di sejumlah kabupaten dan Kota.

"Warga diimbau menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah guna meminimalkan risiko terpapar polusi asap," kata Rinaldo kepada kumparan, Selasa (25/8).

Meski titik panas terus dipantau, kabut asap terpekat dalam sepekan terakhir masih melingkupi dua wilayah yaitu Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hilir.

"Sehingga warga Riau yang sudah terdampak ISPA mencapai 860 warga, dan yang paling banyak di Kota Pekanbaru," ujarnya.

Langkah pencegahan ISPA dan pencegahan dampak buruk cuaca panas, Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengimbau warga untuk membatasi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker dan konsumsi air.

"Kepada masyarakat agar selalu menggunakan masker jika keluar rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah," ungkapnya.

Sementara itu, data dari BMKG Stasiun Pekanbaru, titik hotspot di Riau mencapai 447 titik, dan paling terbanyak di wilayah Kabupaten Pelalawan.