Kini Ada 8 Kemenko di Kabinet Prabowo, Ini Daftarnya

Struktur Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini memiliki delapan kementerian koordinator (Kemenko). Jumlah itu bertambah setelah Prabowo melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi pada Kamis (1/10).
Pelantikan Bahlil menjadi bagian dari reshuffle Kabinet Merah Putih yang digelar di Istana Negara, Jakarta. Selain Bahlil, Prabowo juga melantik sejumlah menteri dan wakil menteri dalam sisa masa jabatan periode 2024-2029.
Dengan penambahan Kemenko baru tersebut, kini terdapat delapan kementerian koordinator yang berada dalam struktur pemerintahan Prabowo.
Adapun Kemenko bertugas membantu Presiden dalam mengkonsolidasikan, menyinkronkan, dan mengendalikan pelaksanaan urusan kementerian-kementerian di bawah lingkup bidangnya.
Kemenko tidak mengeksekusi program teknis di lapangan, melainkan berperan sebagai "pemandu orkestra" kebijakan pemerintah.
Berikut daftar delapan Kemenko di Kabinet Merah Putih:
1. Kemenko Bidang Politik dan Keamanan
Kemenko ini mengkoordinasikan sejumlah urusan pemerintahan di bidang politik dan keamanan.
Kemenko ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan kini dijabat Dudung Abdurachman. Dudung dilantik Prabowo pada 1 Oktober 2026, menggantikan Djamari Chaniago.
2. Kemenko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan
Kemenko ini dipimpin Yusril Ihza Mahendra.
Kemenko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan menangani koordinasi kebijakan yang berkaitan dengan bidang hukum, hak asasi manusia, imigrasi, serta pemasyarakatan.
3. Kemenko Bidang Perekonomian
Kemenko Perekonomian menjadi koordinator sejumlah kementerian yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dijabat Airlangga Hartarto. Airlangga merupakan salah satu menteri yang tetap berada dalam struktur Kemenko sejak awal Kabinet Merah Putih dibentuk pada Oktober 2024.
4. Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Posisi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan kini dijabat Sugiono.
Sugiono sebelumnya merupakan Menteri Luar Negeri. Dalam reshuffle 1 Oktober 2026, Prabowo mengangkatnya menjadi Menko PMK. Posisi Menteri Luar Negeri kemudian diisi Arrmanatha Christiawan Nasir.
5. Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan
Kementerian ini dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mengkoordinasikan sejumlah kementerian yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan kewilayahan, termasuk urusan agraria, pekerjaan umum, perumahan, transmigrasi, dan perhubungan.
6. Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Posisi ini dijabat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Kemenko Pemberdayaan Masyarakat mengoordinasikan sejumlah sektor yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, termasuk kementerian yang menangani urusan sosial, pelindungan pekerja migran, desa, koperasi, UMKM, dan ekonomi kreatif.
7. Kemenko Bidang Pangan
Kementerian Koordinator Bidang Pangan dipimpin Zulkifli Hasan atau Zulhas.
Zulhas menjabat sebagai Menko Pangan sejak pemerintahan Prabowo-Gibran mulai berjalan pada Oktober 2024.
8. Kemenko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi
Kemenko terbaru dalam Kabinet Merah Putih adalah Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang dipimpin Bahlil Lahadalia.
Pada 1 Oktober 2026, Prabowo melantik Bahlil yang juga menjabat Menteri ESDM sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi.
Dengan penambahan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi, jumlah kementerian koordinator dalam Kabinet Merah Putih bertambah menjadi delapan. Sebelumnya, struktur kabinet Prabowo terdiri dari tujuh Kemenko.
Penambahan tersebut menjadi bagian dari perubahan struktur kabinet setelah Prabowo melakukan reshuffle pada 1 Oktober 2026.
