Korban Selamat Kebakaran Tebet Lompat dari Lantai 2 untuk Selamatkan Diri

Salman (23), salah satu korban selamat dalam kebakaran rumah dan kos di Jalan Rasamala II, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/8) dini hari, menceritakan detik-detik dirinya menyelamatkan diri dengan melompat dari lantai dua.
Salman mengatakan saat kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, dirinya sedang tertidur di kamar kos. Ia terbangun setelah mendengar teriakan penghuni kamar sebelah yang menyebut terjadi kebakaran.
"Awalnya, waktu itu saya lagi tidur. Sekitar jam 3 tiba-tiba kamar sebelah saya tiba-tiba teriak kebakaran. Nah lalu saya kebangun karena di bawah juga apinya sudah gede, udah banyak asap," kata Salman saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Senin (24/8) siang.
Saat keluar kamar, Salman melihat api sudah membesar. Ia kemudian membangunkan penghuni lain sambil berteriak meminta pertolongan.
Salman bersama dua penghuni kos lainnya kemudian mengambil barang penting sebelum berusaha keluar dari bangunan. Karena api sudah membesar di area tangga dan bagian bawah, mereka memilih melompat dari lantai dua.
"Nah habis kebangun, kami langsung ke kamar, langsung ngambil barang yang penting kayak saya ngambil langsung laptop sama tas langsung lompat dari samping. Nah setelah itu, lalu kami teriaklah kebakaran, minta bantuan," ujarnya.
Salman mengatakan tiga orang berhasil melompat dan menyelamatkan diri. Sementara seorang penghuni lainnya terlambat keluar sehingga mengalami luka bakar dan dilarikan ke rumah sakit. Salah satu korban yang melompat juga mengalami keseleo pada kaki.
Ijazah Terbakar dalam Kebakaran
Dalam kejadian itu, Salman hanya sempat membawa laptop dan tas. Sejumlah barang miliknya, termasuk ijazah, ikut terbakar.
"Saya baru ngekos sini dua minggu, baru magang di sini," katanya.
Salman mengatakan dirinya mengetahui informasi kos tersebut dari seorang teman. Ia berasal dari Medan dan sebelumnya kuliah di Bandung sebelum mendapat penempatan magang di sebuah bank melalui program Magang Hub.
Ia mengaku bersyukur dapat menyelamatkan diri, meski kehilangan barang-barang miliknya. Setelah kejadian, Salman mendapat bantuan dari alumni sekolah untuk kebutuhan tempat tinggal dan perlengkapan.
"Saya tentu sedih. Pertama saya ngasih kabar ke keluarga. Tapi setelah apinya dipadamkan baru dapat kabar ibu kosnya jadi korban sama yang kos, jadi agak sedih," ujarnya.
Dalam kebakaran tersebut, empat orang meninggal dunia. Tiga di antaranya merupakan satu keluarga yang tinggal sekaligus menjadi pemilik rumah, yakni Rini Astuti (68), Sugi Hartono (77), dan Reza Ponti Wicaksana (40). Satu korban lainnya merupakan penghuni kos yang belum diketahui identitasnya.
Salman mengatakan dirinya mengetahui tiga anggota keluarga pemilik rumah turut menjadi korban setelah kebakaran dipadamkan. Menurutnya, kondisi bagian bawah bangunan membuat penghuni di area tersebut kesulitan menyelamatkan diri.
"Iya, apa lagi kan tadi posisi apinya dimulai dari bawah ya. Nah, dan ketika mau keluar tuh pagarnya tuh udah ada apinya. Jadi kalau mau keluar ya keburu kebakar. Jadi yang bagian bawah susah buat ngelariin diri," jelas Salman.
Salman menyebut pagar akses keluar dalam kondisi terkunci dan digembok. Kondisi tersebut membuat penghuni yang berada di bagian bawah semakin sulit mencari jalan keluar ketika api membesar.
"Kunci susah. Full dikunci semua. Digembok," katanya.
Menurut Salman, bagian bawah bangunan juga digunakan untuk usaha fotokopi. Di area tersebut terdapat banyak kertas serta kendaraan dan diduga terdapat tabung gas. Kondisi itu membuat api cepat membesar dan menyulitkan penghuni untuk keluar melalui bagian bawah.
Dalam kebakaran ini empat orang meninggal dunia. Belum diketahui taksiran kerugian akibat kebakaran tersebut, namun insiden ini terjadi diduga akibat fenomena kelistrikan.
