Lima Mobil Masuk CFD Jakarta, Pramono: Identitas Pemilik Masih Didalami

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan identitas pemilik lima mobil yang masuk ke area Car Free Day (CFD) di kawasan Sudirman, Jakarta, pada Minggu (23/8) masih didalami.
Salah satu kendaraan dalam rombongan tersebut disebut menggunakan lampu strobo.
Pramono menuturkan, kendaraan pribadi tersebut seharusnya tidak masuk ke area CFD. Menurutnya, akses masuk sebenarnya telah ditutup menggunakan barrier, tetapi rombongan kendaraan tersebut justru membuka penghalang itu.
“Sebelumnya, kendaraan tersebut ketika akan masuk sebenarnya sudah ditutup, dan mereka yang membuka barrier. Padahal barrier itu juga dijaga oleh Satpol PP, ada juga dari kepolisian,” terang Pramono usai menghadiri peresmian operasional Rumah Sakit Toto Tentrem di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/8).
Dia menjelaskan, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang berjaga di kawasan SCBD itu kemudian menghalau rombongan tersebut untuk keluar dari area CFD.
“Melihat hal tersebut, petugas Dishub yang berjaga di SCBD langsung menghalau dan mengarahkan kendaraan untuk keluar dari Car Free Day melalui SCBD,” jelas Pramono.
Pramono membeberkan ada lima kendaraan yang masuk secara beriringan. Salah satu di antaranya menggunakan lampu strobo.
“Ada lima kendaraan yang beriringan, dan salah satunya menggunakan lampu strobo,” tutur Pramono.
Saat ini, kata Pramono, pihaknya masih mendalami identitas kendaraan dan orang-orang yang berada di dalamnya. Dia mengatakan informasi tersebut akan disampaikan setelah proses pendalaman selesai.
“Nanti pada saatnya akan kami sampaikan mengenai kendaraan-kendaraan dan siapa yang ada di dalamnya,” katanya.
Pramono menegaskan kejadian serupa tidak boleh kembali terjadi. Dia juga mengaku telah menegur Satpol PP agar bertindak tegas terhadap kendaraan yang menerobos area CFD.
“Ke depan, ini tidak boleh terulang kembali. Dan saya kemarin langsung melakukan peneguran kepada Satpol PP untuk bertindak tegas dalam hal-hal seperti ini,” ujar Pramono.
Pramono menambahkan, pihaknya belum mendapatkan identitas yang pasti dari pemilik kendaraan karena masih melakukan pendalaman terhadap nomor kendaraan yang digunakan.
“Kami belum mendapatkan nama-nama yang fiks, karena nomornya itu kan pakai Z ya, beberapa demikian,” tandasnya.
