LRT Velodrome-Manggarai Belum Diresmikan, Pram: Ada Pekerjaan yang Belum Selesai

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap alasan LRT Jakarta lintasan Velodrome-Manggarai belum diresmikan.
Pramono mengatakan Pemprov DKI telah melakukan rapat terkait persiapan peresmian LRT Velodrome-Manggarai. Ia menyebut penyelesaian sejumlah pekerjaan di area bawah atau sekitar stasiun masih dilakukan.
“Sekaligus ini dalam rangka sosialisasi dan juga dalam rangka untuk persiapan penyelesaian hal-hal yang belum selesai, terutama bukan di lintasan LRT-nya, tetapi di bawah. Dan sekarang kita akan menyelesaikan itu,” kata Pramono saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (3/9).
Pemprov DKI, kata Pram, memutuskan menerapkan tarif Rp 8 selama masa uji coba hingga hari peresmian.
Pramono mengatakan tarif tersebut sekaligus menjadi bagian dari sosialisasi kepada masyarakat sebelum LRT Velodrome-Manggarai resmi beroperasi.
“Sampai dengan hari H peresmian, maka kita akan menerapkan tarif 8 perak rupiah. Sekaligus ini dalam rangka sosialisasi dan juga dalam rangka untuk persiapan penyelesaian hal-hal yang belum selesai,” ujarnya.
Setelah resmi diresmikan, tarif LRT Velodrome-Manggarai akan dipatok Rp 5 ribu secara flat selama 1-2 bulan. Setelah periode tersebut, Pemprov DKI akan melakukan evaluasi untuk menentukan tarif selanjutnya.
Pramono mengatakan evaluasi tarif diperlukan agar besaran tarif tetap dapat diterima masyarakat, tetapi di sisi lain tidak membuat beban subsidi yang harus dikeluarkan Pemprov DKI terlalu besar.
“Setelah itu kami akan melakukan evaluasi, bagaimana dan angka berapa yang tepat yang kemudian bisa diterima oleh publik dengan baik, dan juga tentunya bagi LRT agar subsidinya tidak terlalu berlebihan dari Pemerintah DKI Jakarta,” katanya.
Pramono optimistis tarif murah pada tahap awal dapat menarik masyarakat untuk mencoba menggunakan LRT lintasan tersebut. Ia bahkan memproyeksikan jumlah pelanggan baru bisa mencapai lebih dari 40 ribu orang per hari.
“Saya meyakini pasti setiap hari mungkin sudah bisa di atas 40 ribu pelanggan yang baru, yang selama ini belum pernah menggunakan LRT lintasan dari Kelapa Gading sampai Manggarai,” tuturnya.
Pemprov DKI, lanjut Pramono, akan segera melakukan sosialisasi mengenai skema tarif tersebut kepada masyarakat.
