Maulid Nabi di Pondok Pinang Ricuh, Warga Protes Kembang Api Dinyalakan 1 Jam

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi petasan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi petasan. Foto: Shutter Stock

Acara peringatan Maulid Nabi dan haul oleh warga di Jalan Kramat 2, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berujung ricuh pada Jumat (3/10) dini hari. Kejadian ini juga viral di media sosial.

Polisi mengatakan, pihaknya akan memediasi pihak-pihak yang terlibat.

Dalam unggahan yang viral, kericuhan diduga bermula dari penggunaan kembang api bersuara keras berdurasi panjang dalam acara tersebut.

Kembang api disebut dinyalakan intensif kurang lebih satu jam, sekitar pukul 00.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB dini hari, sehingga mengganggu warga yang sedang beristirahat.

Sejumlah anak disebut terbangun dan menangis akibat suara ledakan kembang api yang terdengar hingga jarak cukup jauh ini.

Situasi kemudian memanas setelah seorang ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) mendatangi lokasi untuk protes kepada pihak yang menggelar acara. Protes ini memicu perdebatan sengit/ perselisihan kedua pihak.

Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam mengatakan polisi telah memantau persoalan tersebut dan akan melakukan mediasi.

“Monitor, akan ada mediasi,” kata Seala saat dikonfirmasi kumparan, Senin (5/10).