Novanto: Jawa Barat Adalah Penentu Kemenangan Golkar di Pemilu 2019

Ketua DPP Golkar, Setya Novanto secara resmi membuka Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) DPD Partai Golkar Jawa Barat di Hotel Resinda, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Rapimda tersebut akan membahas sejumlah agenda politik penting, yakni Pilkada Jawa Barat dan Pilkada di 16 Kabupaten/Kota Jawa Barat.
Dalam pidato sambutannya, Novanto menyampaikan bahwa Jabar merupakan daerah yang strategis, karena jumlah penduduknya yang banyak. Dan secara politik, Jabar merupakan penentu kemenangan pemilu secara nasional.

"Jawa Barat adalah Kunci pada Pemilu 2019 mendatang, partai Golkar harus memenangi pertarungan di Jawa Barat sehingga bisa merebut kembali kemenangan secara nasional. Jawa Barat harus kembali menguning," ujar Novanto, dalam siaran pers yang diterima kumparan (kumparan.com), Rabu (26/4).
Dalam acara tersebut turut hadir Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Bupati Purwakarta sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar, Agung Laksono, Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI sekaligus Bendahara Umum DPP Partai Golkar, Robert Kardinal, Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat DPP Partai Golkar, Roem Kono, serta Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar, Nurul Arifin.

Rapimda ini diikuti lebih kurang lima ribu peserta, terdiri dari unsur DPP, DPD Partai Golkar Jawa Barat, DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, organisasi pendiri, organisasi yang didirikan, serta sayap Partai Golkar. Para anggota Fraksi Partai Golkar Provinsi Jawa Barat dan DPRD Kabupaten/Kota se-Jawa Barat juga turut hadir, bersama perwakilan Pimpinan Kecamatan per Dapil se-Jawa Barat serta pimpinan kelurahan per Dapil se-Jawa Barat.
"Saya minta kepada seluruh peserta Rapimda untuk menentukan langkah-langkah strategis dalan memantapkan konsolidasi, terutama dalam menyiapkan Pilkada 2018, menyongsong Pileg dan Pilpres 2019," kata Novanto.
Disebut Novanto, Pilkada 2017 lalu memberikan pengalaman yang berharga, karena Golkar bisa memenangkan 58 persen pemilihan, terlepas dari faktor elektabilitas dan pendayagunaan jaringan. Memasuki Pilkada 2018, kebijakan serupa tetap akan digunakan, khususnya di Jawa Barat.

"Saya minta sekurang-kurangnya di setiap desa ada seratus orang kader yang telah dilatih dan dibina dengan baik untuk menjadi saksi di berbagai TPS. Saya tugaskan secara khusus kepada Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) untuk menetapkan pendidikan saksi, seiring pembentukan Badan Pengamanan Suara Partai Golkar," ujar dia.
"Melalui forum Rapimda ini, saya juga minta kepada DPD Partai Golkar Jawa Barat untuk mensosialisasikan pencalonan dan pemenangan bapak Joko Widodo sebagai calon presiden 2019-2024. Sosialisasi harus dilakukan sampai ke tingkat desa/kelurahan. Pemasangan foto bapak Joko Widodo di setiap baliho dan spanduk, baik di kantor maupun di setiap acara harus ditingkatkan. Bapak Joko Widodo adalah Capresnya Partai Golkar," tutupnya.
