Pemprov DKI Klaim Berhasil Tekan Jumlah RW Kumuh: Dari 468 Jadi 211 Wilayah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Gubenur DKI Jakarta Rano Karno di acara open defecation free di RW 12 Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, Senin (29/6). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubenur DKI Jakarta Rano Karno di acara open defecation free di RW 12 Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, Senin (29/6). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut jumlah RW kumuh di Jakarta mengalami penurunan signifikan dalam satu setengah tahun terakhir.

Hal itu disampaikan Rano saat menghadiri Deklarasi Open Defecation Free (ODF) di RW 12 Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, Senin (29/6).

Menurut Rano, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah RW kumuh di Jakarta pada periode 2017 hingga 2026 sempat mencapai hampir 468 wilayah.

“BPS melaporkan kepada Bapak Gubernur, RW kumuh di Jakarta ini pada tahun 2017 sampai 2026 berjumlah hampir 468 sekian,” kata Rano.

Warga beraktivitas di perkampungan kumuh, Kampung Bengek, Jakarta Utara. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Namun, angka tersebut kini disebut turun hampir setengahnya.

“Tapi alhamdulillah, dalam waktu satu setengah tahun kami ada di Jakarta, kami bisa menekan hampir 50 persen. Sekarang RW kumuh di Jakarta tinggal 211,” ujarnya.

Rano menilai, penurunan jumlah kawasan kumuh ini bukan semata hasil kerja pemerintah, melainkan juga karena adanya kemauan masyarakat untuk berubah.

Seorang anak bermain gawai di dalam rak yang sedang dibuat oleh orang tuanya di perumahan kumuh di Kampung Bengek, Jakarta Utara. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

“Itu menandakan bukan hebat Gubernur, bukan hebat Wakil Gubernur, tapi hebatnya masyarakat ingin berubah,” tutur dia.

Menurut Rano, perbaikan kawasan kumuh menjadi salah satu fokus Pemprov DKI menjelang Jakarta memasuki usia 500 tahun pada 2027.

Ia menekankan pembangunan Jakarta tak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat.