Perlintasan Sebidang di Karet Padat, Antrean Panjang Hingga Angkot Mangkal

Perlintasan sebidang JPL 1 Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi salah satu titik yang kerap mengalami kepadatan lalu lintas. Selain antrean kendaraan saat palang perlintasan ditutup, kondisi diperparah oleh angkutan umum yang mangkal di sekitar lokasi sehingga mempersempit jalur kendaraan.
Pantauan kumparan di lokasi pada Selasa (25/8), sekitar pukul 09.42 WIB menunjukkan kepadatan kendaraan justru semakin meningkat memasuki siang hari.
Terpantau palang perlintasan rata-rata tertutup setiap 1-2 menit sekali. Pengendara harus menunggu sekitar 1,5 menit hingga palang kembali dibuka setelah kereta melintas.
Bahkan, beberapa kali palang yang baru terbuka kembali langsung tertutup dalam waktu kurang dari 10 detik. Kondisi tersebut membuat antrean kendaraan belum sempat terurai sebelum kembali harus berhenti menunggu kereta berikutnya.
Antrean kendaraan yang menunggu kereta melintas pun dapat mencapai sekitar 100 meter dari garis perlintasan.
Kepadatan semakin terasa karena ruas jalan di sekitar perlintasan relatif sempit, dengan lebar sekitar 5 meter berdasarkan pengamatan di lokasi.
Lebar jalan tersebut hanya memungkinkan sekitar dua mobil bersebelahan dengan ruang terbatas bagi kendaraan roda dua. Kondisi ini membuat antrean kendaraan cepat menumpuk ketika palang perlintasan kembali ditutup.
Angkot Mangkal Sebabkan Penyempitan Jalur
Selain frekuensi kereta yang melintas, pantauan di lokasi juga menemukan adanya kendaraan angkutan umum yang berhenti atau mangkal di bahu jalan tepat setelah perlintasan.
Keberadaan angkot tersebut membuat antrean kendaraan yang telah menunggu kereta tidak segera terurai setelah palang dibuka. Kendaraan yang sudah berada di depan perlintasan harus kembali memperlambat laju karena ruang jalan di depan tersendat.
Dalam kondisi tersebut, sejumlah pengendara terlihat mengambil risiko dengan menerobos ketika palang mulai dibuka atau ketika antrean kendaraan belum sepenuhnya bergerak.
kumparan telah menghubungi Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk meminta keterangan mengenai rencana penertiban maupun penanganan kepadatan lalu lintas di sekitar JPL 1 Karet. Hingga artikel ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak Dishub DKI.
KAI Daop 1 Jakarta mengungkap awal mula kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line KA 5744B relasi Angke-Manggarai dengan taksi hijau di perlintasan sebidang JPL 1 Karet, antara Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Karet, Senin (24/8) malam sekitar pukul 20.44 WIB.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, berdasarkan informasi petugas di lokasi, taksi tersebut telah memasuki area perlintasan.
Namun, kendaraan tertahan akibat lalu lintas padat di sisi keluar perlintasan sehingga sebagian badan kendaraan masih berada di ruang jalur kereta api.
“Akibat kondisi lalu lintas yang padat di sisi keluar perlintasan, kendaraan tersebut tertahan sehingga sebagian posisi kendaraan masih berada di ruang jalur kereta api,” kata Franoto dalam keterangannya yang diterima kumparan, Selasa (25/8).
Petugas perlintasan kemudian memberikan peringatan dan mengarahkan pengemudi agar segera menjauh dari jalur kereta api. Namun, KA 5744B yang melintas dari arah Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Karet kemudian menabrak taksi tersebut.
Pengemudi taksi bersama tiga penumpangnya dilaporkan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kendaraan taksi berhasil dievakuasi dari jalur sekitar pukul 21.08 WIB. Sementara itu, perjalanan Commuter Line kembali beroperasi pada pukul 21.09 WIB setelah proses penanganan di lokasi selesai.
