Polisi Pastikan 995 Senjata di Sekolah Swasta Jaksel Tak Terkait Kegiatan Ekskul

Polres Metro Jakarta Selatan menyebut 995 senjata yang ditemukan di sebuah sekolah swasta di daerah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tidak terkait dengan kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
“Tidak, saya rasa tidak ada kaitan dengan ekskul,” ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo kepada wartawan di Mapolres Jaksel, Jumat (7/8).
Hal ini bertolak belakang dengan pernyataan kubu pengurus yayasan lama, yakni Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin sekaligus kuasa hukum Konisaris Utama perusahaan, IWD, Alhadid Endar Putra. Menurutnya seluruh airsoft gun tersebut memiliki izin dan digunakan untuk kegiatan ekstrakulikuler menembak di sekolah.
“PT Lokta Karya Perbakin berizin dan itu sudah disepakati dan diketahui untuk kegiatan ekskul menembak,” kata Alhadid kepada wartawan, Kamis (6/8).
Legalitas Senjata Masih Diperiksa
Terkait legalitas senjata yang diklaim telah dikantongi oleh PT Lokta Karya Perbakin, pihak kepolisian belum memberi konfirmasi kebenaran pernyataan tersebut.
“Nanti kita dalami kembali terkait dokumen terkait dengan temuan-temuan kita yang disitu,” lanjut Joko.
Selanjutnya direncanakan akan dilakukan pembukaan bunker yang terdapat di komplek sekolah oleh pihak pelapor didampingi kepolisian.
“Kalau memang permintaan (pendampingan membuka bunker) pasti akan kita laksanakan dari pihak yang menangani perkara,” katanya.
“Tentunya itu sudah ada komunikasi ya antara pihak yang melaporkan atau pihak yang TKP yayasan dengan si penyelidik. Tentunya akan berkomunikasi terus biar terang penemuan ini,” pungkasnya.
