Pramono: Dulu Dirut JIS dan Ancol Ketemu Aja Enggak Bisa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jembatan Penghubung Stadion JIS, Stasiun JIS dan Ancol di kawasan Jakarta Utara, Senin (22/6). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jembatan Penghubung Stadion JIS, Stasiun JIS dan Ancol di kawasan Jakarta Utara, Senin (22/6). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti sulitnya komunikasi antara pengelola Jakarta International Stadium (JIS) dan Ancol saat membahas konektivitas kedua kawasan tersebut.

Saat kedua kawasan itu belum terhubung, Pramono mengatakan, salah satu persoalan yang menghambat pemanfaatan JIS secara maksimal adalah kemacetan transportasi.

“Maka kemudian, kenapa di awal begitu dilantik menjadi gubernur, saya langsung berkeinginan menyambungkan JIS dengan Ancol,” ujar Pramono saat memberikan sambutan dalam peresmian Masjid Apung An-Nur Jakarta, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam agenda peresmian Masjid Apung An-Nur di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Namun, kata Pramono, upaya menghubungkan JIS dengan Ancol sempat terkendala karena sulitnya komunikasi antara direktur utama (dirut) kedua pihak.

“Salah satu problem utama kita itu kan egonya pemimpin. Dulu antara dirut JIS sama dirut Ancol, ketemu ngomong aja enggak bisa,” beber Pramono.

Ia mengaku sempat mempertanyakan kenapa kedua pihak itu sulit bertemu untuk mencari solusi.

“Ketemu ngomong aja nggak bisa. Sampai saya bilang, ‘Kenapa nggak bisa ketemu ngomong dan memecahkan persoalan?’” ucapnya.

Kondisi terbaru JPO yang menghubungkan Jalan Ketel Uap, Ancol, dekat Gerbang Karnaval Taman Impian Jaya Ancol langsung ke Plaza Utara JIS, Jakarta Utara, Minggu (25/1/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Namun, setelah komunikasi terjalin dengan baik, berbagai persoalan yang sebelumnya belum terselesaikan akhirnya dapat diatasi.

Ia pun mencontohkan, area parkir Ancol yang kini dapat dimanfaatkan oleh penonton konser yang digelar di JIS. Menurutnya, hal itu membantu mengatasi persoalan transportasi yang sebelumnya menghambat pemanfaatan stadion tersebut.

“Tiga minggu yang lalu ada konser besar yang satu hari mungkin lebih dari 80 ribu orang. Ketika sudah disambungkan yang kurang lebih 300 meter ini, seluruh parkir sekarang bisa di Ancol, mau mobil berapa pun bisa di Ancol,” jelasnya.

Warga berjalan melintasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bersama BTN di kawasan Ancol, Jakarta, Senin (22/6/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Selain itu, Pramono juga menceritakan saat konser The Weeknd digelar di JIS, tak ada keluhan pengunjung terkait akses maupun transportasi.

“Itu pun nggak ada keluhan lagi, karena apa? Transportasi baik ke JIS, keluar JIS, sekarang ada Transjakarta, ada KRL, parkirnya bisa di Ancol, parkirnya juga dengan harga dipungut sesuai dengan yang sama seperti ketika di JIS, dan alhamdulilah berjalan dengan baik,” papar Pramono.

Jembatan Penghubung Stadion JIS, Stasiun JIS dan Ancol di kawasan Jakarta Utara, Senin (22/6). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Ia pun mengapresiasi jajaran pengelola JIS dan Ancol yang kini dinilai mampu menjalin komunikasi dan bekerja sama dengan baik.

“Untuk itu saya berterima kasih karena pak dirut Ancol dan juga dirut JIS ini sekarang bisa rukun ketemu lah,” ucapnya.

“Dulu ketemu aja nggak bisa tuh. Saya juga nggak habis pikir, ketemu aja nggak bisa. Ya untungnya gubernurnya agak-agak gampang ketemu siapa sajalah gitu,” tutup Pramono sambil berkelakar.