Pramono Minta Pelaku Pencurian Komponen Hidran di Jaktim Ditindak Tegas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung peluncuran sistem pembayaran tiket dengan kartu kredit nirsentuh pada layanan MRT Jakarta di Stasiun MRT Bundaran HI, Rabu (29/7/2026). Foto: Pemprov DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung peluncuran sistem pembayaran tiket dengan kartu kredit nirsentuh pada layanan MRT Jakarta di Stasiun MRT Bundaran HI, Rabu (29/7/2026). Foto: Pemprov DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta aparat penegak hukum dan dinas terkait menindak tegas pelaku pencurian komponen hidran di sejumlah titik di Jakarta.

Sebelumnya, video yang beredar di media sosial memperlihatkan salah satu hidran di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, meluap setelah komponen konektor atau kopling sambungannya hilang diduga dicuri. Akibatnya, air menyembur ke jalan hingga menggenangi area sekitar.

Menanggapi hal tersebut, Pramono mengatakan dirinya telah mengetahui kejadian itu. Ia mengaku sudah menginstruksikan Satpol PP, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), serta dinas terkait lainnya untuk memperketat pengawasan terhadap fasilitas hidran.

“Memang benar ada di beberapa taman dan juga bangunan yang hidrannya diambil. Kebetulan saya sudah melihat itu dan saya sudah meminta kepada Satpol PP dan dinas terkait terutama untuk Damkar, maka yang seperti itu harus tetap dimonitor, dijaga,” kata Pramono usai meninjau Pusat Olahan Organik (POO) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta di Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (31/7).

Menurut Pramono, dalam kasus yang viral tersebut air sempat meluap dari hidran. Namun, kondisi itu berhasil segera ditangani dengan menutup kembali sambungan hidran yang terbuka.

“Kemarin kebetulan memang airnya sempat meluap tapi akhirnya kan segera ditutup,” ujarnya.

Pramono menegaskan pencurian komponen hidran tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut fasilitas publik yang berfungsi mendukung penanganan kebakaran. Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.

“Jadi saya memang mengharapkan betul dan saya meminta aparat penegak hukum dan juga dinas terkait untuk mengambil tindakan tegas terhadap hal tersebut,” tegasnya.