Profil Syahganda Nainggolan, Kepala Bakom RI yang Baru Gantikan Qodari

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Syahganda Nainggolan di kompleks Istana, Jakarta, Jumat (2/10/2026).  Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Syahganda Nainggolan di kompleks Istana, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Presiden Prabowo Subianto hari ini melantik Syahganda Nainggolan, menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (2/10).

Ia menggantikan posisi Muhammad Qodari yang kini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Syahganda bukan nama baru di dunia politik. Ia pernah bergabung dalam sejumlah organisasi politik, menjadi komisaris BUMN, hingga mendirikan lembaga kajian kebijakan publik Sabang Merauke Circle (SMC).

Aktivis Sejak Kuliah di ITB

Syahganda Nainggolan usai dilantik sebagai Kepala Bakom RI di Istana Negara, 2/10/2026. Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Syahganda Nainggolan lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 27 November 1965. Ia mulai dikenal sebagai aktivis saat menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1984.

Saat menjadi mahasiswa, Syahganda aktif dalam gerakan yang menentang pemerintahan Orde Baru. Aktivitas tersebut membuatnya dikeluarkan dari ITB dan sempat menjalani hukuman penjara selama 10 bulan.

Setelah itu, Syahganda melanjutkan pendidikan sarjananya di perguruan tinggi swasta. Namun ia kembali ke ITB untuk menempuh pendidikan magister pada Program Studi Pembangunan dan menyelesaikannya pada 2005.

Syahganda selanjutnya meraih gelar doktor dari Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia pada 2015. Disertasinya membahas pengaruh jaminan upah layak, jaminan sosial, dan solidaritas sosial terhadap kesejahteraan buruh.

Terjun ke Politik

Syahganda Nainggolan di kompleks Istana, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Syahganda juga pernah terlibat dalam sejumlah kegiatan politik. Ia pernah bergabung dengan Partai Persatuan Daulat Rakyat (PDR).

Syahganda kemudian keluar dari PDR dan mendirikan Partai Merdeka untuk mengikuti Pemilu 1999 pada awal masa Reformasi.

Lalu di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Syahganda pernah menjabat sebagai Komisaris PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II).

Ia kemudian mencalonkan diri sebagai anggota DPR melalui Partai Golkar pada Pemilu 2009, tetapi tidak berhasil mendapatkan kursi di parlemen.

Bangun Lembaga Kajian Kebijakan

Setelah kiprahnya di politik praktis, Syahganda mendirikan Sabang Merauke Circle (SMC) pada 2010. Lembaga tersebut bergerak dalam kajian kebijakan publik.

Melalui SMC, Syahganda banyak menyampaikan pandangan dan analisis mengenai persoalan politik, ekonomi, pembangunan, serta kesejahteraan sosial.

Dalam sebuah profil yang diterbitkan Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR, Syahganda tercatat sebagai chairman Sabang Merauke Circle. Ia juga pernah menjadi Executive Director Center for Information and Development Studies (CIDES) serta staf khusus di sejumlah lembaga.

Syahganda juga aktif di dunia akademik. Sejak 2016, ia tercatat sebagai dosen pada Jurusan Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta.

Terlibat di KAMI

Suasana sidang vonis Syahganda Nainggolan di Pengadilan Negeri Depok pada April 2021. Foto: Dok. kumparan

Nama Syahganda kembali banyak muncul di ruang publik ketika ia menjadi salah satu tokoh dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dideklarasikan pada Agustus 2020.

Syahganda menjadi bagian dari Komite Eksekutif KAMI bersama sejumlah tokoh lainnya. Saat itu, KAMI menyuarakan sejumlah kritik terhadap kebijakan pemerintah, termasuk penolakan terhadap Omnibus Law atau UU Cipta Kerja. Bahkan dia divonis penjara karena menyuarakan pendapatnya ini.

Kini, Syahganda kembali mendapat penugasan dalam pemerintahan. Hari ini Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala Bakom RI menggantikan M/ Qodari.