Profil Tandyo Budi Revita: dari Wakil Panglima TNI, Kini Jadi KSAD

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10). Tandyo menggantikan Jenderal Maruli Simanjuntak yang sebelumnya menjabat posisi tersebut.

Sebelum menduduki jabatan KSAD saat ini, Tandyo menjabat sebagai Wakil Panglima TNI yang mendampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Jabatan Wakil Panglima TNI tersebut kembali diisi di era Prabowo setelah sempat kosong selama sekitar 25 tahun.

Tandyo juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Pengalamannya di sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI dan Kementerian Pertahanan menjadi bagian dari perjalanan kariernya.

Profil Tandyo Budi Revita

Prabowo Subianto memberikan ucapan selamat kepada KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Tandyo Budi Revita merupakan perwira tinggi TNI AD lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991. Ia lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1969.

Karier militernya mencakup sejumlah penugasan di satuan TNI, jabatan komando kewilayahan, hingga posisi strategis di Kementerian Pertahanan. Ia juga pernah menduduki jabatan Panglima Kodam IV/Diponegoro sebelum dipercaya menjadi Wakasad.

Tandyo menjabat Pangdam IV/Diponegoro sejak 24 Desember 2023 hingga Februari 2024. Pada 8 Maret 2024, ia resmi menerima jabatan Wakasad.

Penunjukan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan karier Tandyo di lingkungan TNI AD. Sebagai Wakasad, ia mendampingi KSAD dalam pelaksanaan tugas dan kebijakan di lingkungan Angkatan Darat.

Selain berkarier di lingkungan TNI, Tandyo juga memiliki pengalaman bertugas di Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada periode 2018-2023.

Beberapa jabatan yang pernah diembannya di kementerian tersebut antara lain Direktur Bela Negara pada Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kemhan, Direktur Pertahanan dan Keamanan (Dirrah Komhan) pada Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Ditjen Strahan) Kemhan, serta Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kemhan.

Prabowo Subianto memberikan ucapan selamat kepada KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Pengalaman tersebut memperluas rekam jejak Tandyo di bidang pertahanan, mulai dari urusan bela negara, strategi pertahanan, hingga pendidikan dan pelatihan.

Pada 10 Agustus 2025, Tandyo kemudian dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi posisi Wakil Panglima TNI. Dalam jabatan tersebut, ia mendampingi Jenderal Agus Subiyanto dalam kepemimpinan TNI di tingkat pusat.

Di luar perjalanan karier militernya, Tandyo juga menulis buku berjudul Jejak Petarung dari Pajang: Jati Diri, Kepemimpinan, dan Pengabdian.

Buku setebal 208 halaman tersebut memuat pemikiran mengenai profesionalisme prajurit dalam menjalankan tugas. Di dalamnya, Tandyo membahas pentingnya prajurit memegang prinsip-prinsip dasar TNI serta mampu merespons perubahan.

Gagasan tersebut berkaitan dengan nilai-nilai jati diri, kepemimpinan, dan pengabdian yang menjadi tema utama buku tersebut.

Melalui buku itu, Tandyo menuangkan pandangannya mengenai bagaimana seorang prajurit harus menjalankan tugas secara profesional, tetap berpegang pada prinsip dasar kemiliteran, dan menyesuaikan diri dengan perkembangan situasi.

Karya tersebut menjadi bagian lain dari rekam jejak Tandyo di luar penugasan struktural dan komando militer yang pernah dijalaninya.