Rano Karno Cek Lokasi Kebakaran Kemayoran, Singgung Bahaya Korsleting
·waktu baca 3 menit

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno meninjau lokasi kebakaran di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6) siang.
Dalam kunjungan itu, Rano meminta warga lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik yang disebut menjadi penyebab mayoritas kebakaran di Jakarta.
“Di Jakarta ini hampir rata-rata kebakaran terjadi karena korsleting listrik. Itu berdasarkan survei kita hampir 95 persen,” kata Rano di lokasi pengungsian, Selasa (2/6).
Rano menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta prihatin atas kebakaran yang berdampak pada ratusan warga tersebut. Berdasarkan data sementara, kebakaran memengaruhi 304 bangunan dengan total 354 kepala keluarga atau 679 jiwa terdampak. Jumlah itu terdiri dari 326 laki-laki dan 353 perempuan.
Pemprov DKI, kata dia, telah menyiapkan posko pengungsian di kawasan Kebon Kosong yang dilengkapi layanan kesehatan, dapur umum, hingga dukungan psikologis untuk anak-anak.
“Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, matras, segala macam,” ujar dia.
Rano mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga telah memberikan perhatian terhadap musibah tersebut. Pram yang masih berada di Madinah sempat menelepon dan menitipkan salam kepada warga terdampak kebakaran.
"Insyaallah hari ini Pak Gub akan tiba, mudah-mudahan beliau mendarat di Jakarta jam 2 siang ini. Tapi sebelum berangkat, beliau menelepon saya dari Madinah, kirim salam pada masyarakat mudah-mudahan sabar menghadapi musibah ini," kata Rano.
Selain penanganan darurat, Rano juga menyinggung persoalan lama terkait permukiman warga di kawasan Kebon Kosong yang berdiri di atas lahan negara.
Ia mengaku sempat berbincang dengan warga soal kemungkinan relokasi ke rumah susun. Namun sebagian warga mengaku telah tinggal turun-temurun di kawasan tersebut.
“Tadi sambil lalu saya ngomong dengan beberapa warga, ‘enggak mau coba di rumah susun?’. ‘Aduh Bang, kita lahir di sini Bang, bahkan yang namanya ari-ari kita ditanam di sini’,” kata Rano.
Meski begitu, ia menilai hunian tersebut dapat menjadi pilihan tempat tinggal yang lebih layak dibanding kawasan padat penduduk rawan kebakaran.
“Kita selalu berusaha untuk menyadarkan masyarakat bahwa mungkin kalau tinggal di rumah susun jauh lebih layak,” ujar dia.
Terkait dokumen kependudukan warga yang terbakar, Rano memastikan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil telah membuka layanan pengurusan dokumen seperti KTP dan kartu keluarga bagi warga terdampak.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, mengatakan kawasan yang terbakar berada di area yang dahulu merupakan bagian dari Bandara Kemayoran dan saat ini dikelola oleh PPK Kemayoran.
“Ini memang kawasan yang dikelola oleh PPK Kemayoran,” kata Arifin.
Menurut dia, pihak PPK Kemayoran saat ini masih melakukan identifikasi status lahan yang terdampak kebakaran sebelum menentukan langkah lanjutan terkait pemanfaatan kawasan tersebut.
Arifin menjelaskan keberadaan RT dan RW di wilayah itu tetap ada karena permukiman warga sudah berlangsung puluhan tahun.
“Keberadaan mereka kan udah lama, puluhan tahun,” ujar dia.
Saat ini, kata Arifin, pemerintah masih fokus pada penanganan darurat dengan menyediakan tenda pengungsian dan kebutuhan dasar warga.
“Sementara kita penanganan emergensi dulu, darurat dulu, mitigasinya dulu,” kata Arifin di sekitar pengungsian.
