Resmikan Wajah Baru RS Tria Dipa, Pramono Soroti BPJS hingga Disfungsi Pria

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Naetom Alpha.Prime-Photon Counting CT Scan yang ada di RS Tria Dipa, Jakarta Selatan, Jumat (28/8). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Naetom Alpha.Prime-Photon Counting CT Scan yang ada di RS Tria Dipa, Jakarta Selatan, Jumat (28/8). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan wajah baru Rumah Sakit Tria Dipa, Pancoran, Jakarta Selatan,sebagai lifestyle hospital pada Jumat (28/8).

Dalam pidatonya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti keberadaan layanan BPJS di RS swasta itu. Menurutnya, hal tersebut membuat masyarakat dari berbagai kalangan tetap memiliki kesempatan mendapatkan layanan kesehatan dengan fasilitas yang tersedia di rumah sakit tersebut.

“Apakah ada BPJS atau enggak di tempat ini? Ada. Kalau ada artinya, maka warga masyarakat siapa pun itu mempunyai kesempatan untuk menikmati fasilitas yang baik di tempat ini,” kata Pramono.

Soroti Layanan Urologi

Pramono juga menyoroti salah satu layanan unggulan RS Tria Dipa, yakni Uro-Nephrology Center. Ia menyebut rumah sakit tersebut memiliki teknologi yang mendukung penanganan masalah urologi, termasuk disfungsi seksual.

Salah satu perangkat yang diperkenalkan RS Tria Dipa adalah Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT) untuk layanan urologi. Sukmo menyebut teknologi tersebut dapat mendukung penanganan masalah disfungsi pada pria.

Pramono bahkan sempat berkelakar mengenai layanan tersebut saat memberikan sambutan.

“Ini saya mempromosikan diri loh, supaya dicatat bahwa salah satu keunggulan rumah sakit ini adalah mengatasi disfungsi,” ujar Pramono disambut tawa hadirin.

Selain layanan urologi, Pramono menyebut RS Tria Dipa juga memiliki layanan jantung strata madya.

Menurut Pramono, kehadiran fasilitas kesehatan dengan teknologi modern tersebut dapat memperkuat ekosistem pelayanan kesehatan di Jakarta yang saat ini memiliki 196 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu.

“Rumah sakit ini kelihatan betul akan dikelola secara profesional,” ujar Pramono.

Transformasi RS

Adapun transformasi rumah sakit swasta tersebut mencakup pembaruan fasilitas, teknologi medis, sumber daya manusia, hingga sistem operasional untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih modern dan berorientasi pada pengalaman pasien.

Presiden Direktur RS Tria Dipa Sukmo Hadi Nugroho mengatakan transformasi tersebut menjadi tonggak baru bagi rumah sakit yang kini hadir dengan manajemen, fasilitas, dan teknologi kesehatan yang diperbarui.

“Hari ini merupakan tonggak baru perjalanan Rumah Sakit Tria Dipa. Kami hadir dengan manajemen baru, semangat baru, fasilitas yang diperbarui, serta teknologi kesehatan yang semakin modern,” kata Sukmo dalam sambutannya.

Salah satu teknologi yang dihadirkan ialah Naeotom Alpha.Prime Photon Counting CT Scan dari Siemens Healthineers. Pihak rumah sakit menyebut teknologi tersebut sebagai yang pertama di Asia Tenggara.

Naetom Alpha.Prime-Photon Counting CT Scan yang ada di RS Tria Dipa, Jakarta Selatan, Jumat (28/8). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Teknologi tersebut diklaim mampu menghasilkan pencitraan dengan kualitas gambar yang lebih tajam dan detail dengan paparan radiasi yang minimal. Hasil pemeriksaan juga disebut dapat dibaca dalam waktu kurang dari satu menit.

Selain itu, RS Tria Dipa menghadirkan Siemens Artis genio, teknologi pencitraan untuk membantu melihat kondisi pembuluh darah secara detail. Teknologi tersebut mendukung prosedur angiografi dan tindakan intervensi, termasuk pada anatomi tubuh yang sulit dijangkau dengan teknologi sebelumnya.

“Termasuk pengembangan teknologi pencitraan medis generasi terbaru dengan menghadirkan Naeotom Alpha Prime Photon Counting CT Scan dari Siemens Healthineers dan Siemens Artis xeno yang merupakan peralatan medis termodern di mana tingkat radiasi sangat minimal hingga 60 persen, pertama kali di Asia Tenggara,” ujar Sukmo.

Punya 5 Center of Excellence

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri peresmian wajah baru RS Tria Dipa, Jakarta Selatan, Jumat (28/8). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Transformasi RS Tria Dipa juga ditandai dengan kehadiran 5 Center of Excellence yang menjadi layanan unggulan rumah sakit.

Kelima layanan tersebut yakni Medical Check-Up Center, Cardiology Center, Uro-Nephrology Center, Diagnostic Endoscopy Center, serta Aesthetic & Plastic Surgery Center.

Untuk layanan estetika dan bedah plastik, RS Tria Dipa menempatkannya di lingkungan rumah sakit dengan mengikuti regulasi yang berlaku. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga mutu layanan sekaligus memastikan keselamatan pasien apabila terjadi kondisi kedaruratan medis.

Direktur RS Tria Dipa Hartono Tanto Tan mengatakan perubahan tersebut tidak hanya dilakukan pada bangunan dan fasilitas, tetapi juga menyangkut peningkatan kemampuan sumber daya manusia, teknologi, serta sistem pelayanan.

“Jadi banyak hal yang kita lakukan transformasi, selain gedung, selain juga sumber daya manusia, sistem operasional rumah sakit, teknologi yang ada, tapi yang paling penting adalah kami tetap mengutamakan untuk layanan dan keselamatan pasien tentunya,” kata Hartono.

Melalui konsep lifestyle hospital, RS Tria Dipa ingin mengubah paradigma rumah sakit yang selama ini identik sebagai tempat berobat ketika seseorang sakit. Rumah sakit juga diarahkan menjadi mitra masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui upaya promotif, preventif, deteksi dini, medical check-up, pengobatan, hingga pemulihan.

Tetap Layani Pasien BPJS

Naetom Alpha.Prime-Photon Counting CT Scan yang ada di RS Tria Dipa, Jakarta Selatan, Jumat (28/8). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Meski membawa konsep layanan kesehatan modern dan lifestyle, RS Tria Dipa memastikan tetap melayani pasien peserta BPJS Kesehatan.

Hartono mengatakan pelayanan BPJS telah diberikan sejak awal rumah sakit berdiri dan akan terus dilanjutkan setelah transformasi.

“Rumah sakit ini sebagaimana disampaikan Pak Gubernur tadi juga melayani BPJS dan juga sudah lama, sejak awal berdiri dan sampai sekarang pun tetap melayani BPJS,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan layanan BPJS menjadi bagian dari komitmen RS Tria Dipa untuk tetap memberikan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Harapannya kami tentunya berkomitmen untuk tetap melayani masyarakat sebagaimana yang telah dirasakan masyarakat saat ini khususnya masyarakat di sekitar Jakarta Selatan dan sekitarnya,” kata Hartono.

Dengan transformasi tersebut, RS Tria Dipa menargetkan diri sebagai mitra kesehatan bagi individu, keluarga, dan korporasi.

Pihak rumah sakit menyebut kehadiran teknologi medis terbaru tersebut diharapkan memungkinkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan berteknologi tinggi di dalam negeri tanpa perlu pergi ke sejumlah negara seperti Jepang, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Acara peresmian wajah baru ini juga dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, Kepala Banggar DPR RI Said Abdullah,dan sejumlah pejabat lainnya.