TNI Bangun Tujuh Titik Sumur Bor Bantu Pemadaman Karhutla di Provinsi Riau

Sehari usai Presiden RI Prabowo Subianto berkunjung ke Pekanbaru untuk memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), pembangunan sumur bor di sejumlah lokasi karhutla di Provinsi Riau oleh TNI mulai dikerjakan.
Salah satu lokasi pembangunan sumur bor berada di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau. Sedikitnya tujuh titik sumur bor mulai dibangun di lokasi tersebut pada Selasa (25/8).
Asisten Teritorial (Aster) Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Kolonel Hermawan, mengatakan pembangunan sumur bor merupakan tindak lanjut dari rapat bersama Presiden Prabowo terkait penanganan Karhutla di Riau.
"Setelah rapat dengan Presiden kemarin, kami menindaklanjuti pembuatan sumur bor. Sekarang kami sedang memetakan titik-titik pembuatannya," kata Hermawan saat diwawancarai kumparan di lokasi, Selasa (25/8).
Hermawan mengatakan, tujuh titik sumur bor langsung dikerjakan di Rimbo Panjang. Pembangunan serupa juga dilakukan secara paralel di sejumlah lokasi Karhutla dan daerah yang dinilai rawan kebakaran.
"Hari ini sudah dimulai di sini pengeboran. Daerah lain secara paralel kita juga sudah mulai aksi," ujarnya.
Menurut Hermawan, sumur bor dibangun untuk memenuhi kebutuhan sumber air bagi petugas pemadam. Sebab, sejumlah titik Karhutla di Riau berada di kawasan gambut yang sulit mendapatkan sumber air.
"Semua spot dan daerah rawan Karhutla kita bikin sumur. Sesuai target kemarin 500 titik di Riau, dengan kedalaman 70 sampai 80 meter," ungkapnya.
Setiap sumur bor nantinya akan dilengkapi rumah pompa dan mesin genset. Dengan fasilitas tersebut, sumber air dapat langsung digunakan untuk membantu proses pemadaman Karhutla.
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Provinsi Riau pada Senin (24/8) kemarin untuk memantau langsung penanganan karhutla.
Sementara itu, kondisi karhutla di Desa Rimbo Panjang hingga saat ini masih cukup parah. Asap dari kebakaran lahan gambut terlihat pekat, sementara api sesekali kembali muncul di permukaan lahan akibat tiupan angin.
Pantauan kumparan di lokasi, ratusan petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan Manggala Agni masih berjibaku memadamkan api. Petugas dikerahkan dan dibagi ke sejumlah titik untuk mengepung serta memadamkan kobaran api di kawasan tersebut.
