TNI: OPM Kerap Jadikan Masyarakat Sebagai Tameng Saat Berhadapan dengan Aparat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komandan batalion OPM dan 7 anggotanya kembali ke NKRI. Foto: Kogabwilhan III
zoom-in-whitePerbesar
Komandan batalion OPM dan 7 anggotanya kembali ke NKRI. Foto: Kogabwilhan III

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menyebut kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) kerap menggunakan masyarakat sebagai tameng hidup saat berhadapan dengan aparat.

Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan, setiap operasi TNI tetap mengacu pada Rules of Engagement (RoE) dan menjunjung hukum serta hak asasi manusia.

“Berdasarkan Undang-Undang serta peraturan yang berlaku, TNI dapat mengambil langkah tegas berdasarkan Rules of Engagement (R-O-E) untuk memastikan tindakan tegas terukur yang TNI lakukan tetap menjunjung tinggi hukum dan HAM,” kata Lucky dalam konferensi pers, Senin (6/7).

Satgas Koops TNI Habema mengamankan senjata api laras pendek serta perlengkapan lainnya milik kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Wame, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, pada hari kedua operasi, Sabtu (9/5/2026). Foto: Satgas Koops TNI Habema

Ia menegaskan, TNI tidak akan ragu mengambil tindakan apabila menghadapi situasi yang mengancam keselamatan prajurit maupun masyarakat.

“TNI tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas ketika berhadapan dalam situasi mendesak, mengingat prinsip salus populi suprema lex esto, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, senantiasa menjadi pedoman utama kami jika menghadapi situasi genting,” ujarnya.

Lucky mengatakan salah satu penindakan dilakukan terhadap Komandan Operasi Kepala Air Kodap Ilaga OPM, Jeki Murib, yang disebut menjadi tersangka berbagai tindak kejahatan.

Barang bukti penindakan TNI terhadap OPM di Kampung Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah pada Sealsa (14/4/2026). Foto: Dok. Puspen TNI

“Tindakan tegas terukur yang kami lakukan di antaranya kepada Komandan Operasi Kepala Air Kodap Ilaga OPM, Jeki Murib, dan puluhan anggota OPM lainnya yang terkenal sadis, dan menjadi tersangka utama beragam tindak kejahatan kemanusiaan mulai dari perampokan, pembakaran rumah warga dan fasilitas umum, pemerkosaan hingga pembunuhan,” kata dia.

Menurut Lucky, kelompok tersebut kerap melibatkan warga saat kontak dengan aparat.

“Mereka acapkali menggunakan masyarakat sebagai tameng hidup saat berhadapan atau menyerang TNI, dan saat hendak ditangkap, mereka menyerang dengan membabi buta, menembakkan senapan mesin hingga melukai prajurit, sehingga kami berikan tindakan tegas untuk melindungi keselamatan jiwa dan raga prajurit serta masyarakat di sekitarnya,” tutup Lucky.

Sementara itu, dalam operasi di Papua pada Semester I Tahun 2026. TNI berhasil mengamankan 1.479 batang pohon ganja, puluhan kilogram ganja kering, hingga 47 pucuk senjata api dari berbagai jenis.

Sebanyak 54 anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) berhasil diamankan selama pelaksanaan dan sebanyak 59 anggota OPM aktif memilih kembali ke pangkuan NKRI.