Update BMKG 25 Agustus: Sudah 7.029 Gempa Susulan Guncang NTT, Terbesar 6,2 M

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Update gempa bumi Flores NTT M7,7 hingga 25 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB. Foto: Dok BMKG
zoom-in-whitePerbesar
Update gempa bumi Flores NTT M7,7 hingga 25 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB. Foto: Dok BMKG

BMKG mencatat hingga Selasa (25/8) pukul 05.00 WIB, sudah terjadi 7.029 kali gempa bumi susulan, usai gempa bumi 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) lalu.

“Total gempa bumi susulan yaitu 7029 (kali),” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangan yang diterima kumparan, Selasa (25/8).

Dari ribuan gempa susulan tersebut, magnitudo terkecil yang tercatat yakni M1,1. Sementara sebanyak 32 gempa susulan memiliki magnitudo di atas M5.

BMKG juga mencatat 141 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.

Wijayanto mengatakan aktivitas gempa susulan saat ini sudah mulai menurun. Selain itu, tidak ada pembaruan mengenai gempa yang dirasakan dalam 12 jam terakhir.

“Tidak ada update gempa dirasakan sejak 12 jam yang lalu,” ujarnya.

Meski aktivitasnya mulai menurun, BMKG memperkirakan gempa susulan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

“Gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu,” kata Wijayanto.

91 Jiwa Meninggal Dunia Akibat Gempa

Polri bersama Bhayangkari salurkan bantuan logistik dari Ketua Umum Bhayangkari, Kapolda NTT, dan Polda Sulsel menggunakan kapal KP BIMA-7014 dan jalur udara untuk korban gempa di Flores, NTT, Senin (24/8/2026). Foto: Dok. Polri

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebut sebanyak 91 orang meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah NTT.

“Hingga pukul 16.00 WIB, Minggu, 23 Agustus 2026, jumlah korban meninggal sebanyak 91 jiwa, atau bertambah 4 jiwa dari hari sebelumnya,” kata Berton dalam konferensi pers, Minggu (23/8).

Berdasarkan wilayah, korban meninggal paling banyak tercatat di Kabupaten Manggarai dengan 32 orang. Kemudian Manggarai Timur 31 orang, Nagekeo 14 orang, Sikka 6 orang, Ngada 5 orang, Ende 2 orang, dan Manggarai Barat 1 orang.

Dari 91 korban meninggal, sebanyak 40 orang berjenis kelamin laki-laki dan 48 perempuan. Sementara tiga korban lainnya masih dalam tahap identifikasi.

Berdasarkan kelompok umur, 39 korban merupakan lansia, 4 batita, 1 balita, 12 anak-anak dan remaja, serta 35 orang dewasa.

BNPB mencatat 51 persen korban meninggal akibat dampak langsung gempa, seperti tertimpa reruntuhan bangunan. Sementara 49 persen lainnya meninggal akibat dampak tidak langsung dari gempa.

Selain korban meninggal, sebanyak 1.286 orang mengalami luka-luka. Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 643 orang, disusul Manggarai Barat sebanyak 504 orang.