Viral Bus PT RAPI Adang Ambulans yang Bawa Jenazah Bayi di Sumut, Sopir Dipecat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ambulans. Foto: Faiz Zakiy Yamani/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ambulans. Foto: Faiz Zakiy Yamani/Shutterstock

Sebuah video memperlihatkan kendaraan bus dari PT. RAPI atau PT. Raja Perdana Inti mengadang ambulans yang sedang membawa jenazah bayi, viral di media sosial.

Bus tersebut diduga tidak mau mengalah terhadap ambulans yang melintas dari arah berlawanan hingga terjadi pertikaian.

Permisi itu terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Desa Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada Jumat (21/8).

PT. RAPI kemudian memberikan klarifikasi dan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian tersebut, khususnya kepada pengemudi dan petugas ambulans serta pengguna jalan lainnya yang terdampak," kata PT. RAPI dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/8).

Pihaknya juga telah memberikan sanksi kepada pengemudi berupa pemberhentian sebagai sopir bus di PT. RAPI sejak 24 Agustus 2026.

"PT. RAPI juga telah melakukan evaluasi menyeluruh atas kejadian tersebut dan menjatuhkan sanksi tegas. Sehingga tanggal 24 Agustus 2026 menjadi hari terakhir pengemudi yang bersangkutan bertugas sebagai operator armada PT. RAPI," ucap PT. RAPI.

PT. RAPI berkomitmen akan terus meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan operasional, memperkuat pembinaan dan kedisiplinan kru. Kemudian, melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sopir PT. RAPI juga menyampaikan permohonan maaf. Ia mengaku dirinya kurang berhati-hati dan kurang menyadari adanya ambulans yang datang dari arah berlawanan.

"Saya mohon maaf kepada pengemudi dan petugas ambulans serta pihak-pihak yang dirugikan kejadian tersebut. Pada saat itu saya bermaksud untuk mendahului kendaraan yang berada di depan bus. Namun, saya kurang berhati-hati dan terlambat menyadari adanya ambulans yang datang dari arah berlawanan," ucap sopir.

"Saya mengakui bahwa tindakan saya itu adalah sebuah kesalahan, meskipun saya tidak bermaksud untuk mengadang atau menghambat perjalanan ambulans. Atas kejadian ini saya sungguh menyesal dan memohon maaf kepada pengguna serta petugas ambulans para pengguna jalan yang terdampak," pungkasnya.