Boleh Ambisius, Boleh Bahagia: Perempuan Nggak Harus Milih Salah Satu

Mahasiswa Universitas Pamulang Jurusan Magister Manajemen Pendidikan Berprofesi sebagai guru sejak lulus kuliah dan saat ini mengajar Bina Pribadi Islam di SMPIT Cordova -. Mengajar privat bid study MaFiA (Mtk, Fis, IPA)
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rini Rendhy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada semacam ilusi yang diam-diam tumbuh di sekitar kita, bahwa kalau kamu perempuan ambisius, kamu harus rela kehilangan waktu santai, hidup yang damai, atau bahkan relasi yang sehat.
Sebaliknya, kalau kamu memilih hidup tenang, menikmati hal-hal kecil, berarti kamu harus melepaskan mimpi besar.
Padahal… siapa bilang kamu harus memilih?
Perempuan Nggak Harus Memilih: Mimpi atau Damai
Kamu boleh jadi perempuan dengan banyak impian, target, dan goals. Kamu boleh kerja keras, punya ambisi besar, ingin jadi pemimpin, pengusaha sukses, akademisi top, atau apapun itu. Tapi kamu juga punya hak yang sama besar untuk merasa damai. Untuk bahagia. Untuk tidur nyenyak. Untuk tertawa lepas tanpa merasa bersalah karena "belum ngapa-ngapain".
Ambisi dan bahagia bukan dua sisi yang saling meniadakan. Mereka bisa hidup berdampingan kalau kamu tahu caranya menjaga ritme.
Karena Istirahat Itu Bukan Pengkhianatan Terhadap Impian
Ambisi yang sehat justru butuh ruang istirahat. Bahagia yang sejati juga butuh arah. Kamu bisa bermimpi tinggi sambil tetap menjaga kesehatan mental. Kamu boleh ngejar target hidup tanpa harus mengorbankan ketenangan hati.
Yang penting bukan “secepat apa kamu sampai”, tapi “sehat atau tidak perjalananmu ke sana”.
Tips Nyata: Merangkul Ambisi & Bahagia Sekaligus
Berikut beberapa langkah nyata agar kamu bisa tetap mengejar mimpi sambil tetap waras dan menikmati hidup:
1. Tulis impian, lalu beri ruang jeda.
Punya rencana itu baik. Tapi pastikan kamu juga punya waktu tanpa rencana, tanpa tekanan.
2. Atur jadwal kerja dan ‘waktu hidup’ secara seimbang.
Block waktu untuk produktif dan waktu untuk benar-benar hidup. Jangan campur aduk semua jam hanya untuk kerja.
3. Kelilingi dirimu dengan support system yang sehat.
Teman, pasangan, atau komunitas yang tidak menghakimi pilihanmu. Yang tahu kamu bisa ambisius dan bahagia sekaligus.
4. Hargai proses.
Kamu mungkin belum sampai tujuan, tapi setiap langkahmu berharga. Jangan tunggu sukses dulu baru bahagia.
5. Lakukan satu hal kecil tiap hari untuk bahagia.
Sholat tepat waktu, One Day One Juz (ODOJ), Nonton drama kesukaan, journaling, masak makanan favorit,makan es krim sendirian, muter-muter kota kecil dengan kendaraan favorit kamu atau sekadar diam sambil dengar musik. Hal sederhana, tapi penting untuk menjaga kewarasanmu.
Kamu Boleh Ingin Banyak Hal
Kamu boleh bermimpi besar.
Kamu juga boleh bersikap lembut.
Kamu boleh kejar target.
Kamu juga boleh tidur siang.
Kamu tidak harus memilih antara jadi perempuan ambisius atau perempuan bahagia.
Karena kamu berhak jadi keduanya.
