Polling: Marak Bahan Tambal Gigi Dijual Online, Sudah Tahu Bahayanya?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Drg. Aprillya Sakila menjelaskan soal apa yang terjadi pada gigi jika ditambal menggunakan tambalan sementara seperti yang sempat ramai di Threads, di Tangerang, Selasa (1/9/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Drg. Aprillya Sakila menjelaskan soal apa yang terjadi pada gigi jika ditambal menggunakan tambalan sementara seperti yang sempat ramai di Threads, di Tangerang, Selasa (1/9/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Di media sosial, seorang dokter gigi, Aprillya Sakila, mengungkap kasus pasien yang mengalami infeksi setelah menggunakan bahan tambal gigi yang dibeli secara online dan dipasang sendiri di rumah. Kisah tersebut menjadi sorotan setelah ramai dibicarakan di media sosial Threads.

Salah satu warga yang ikut berkomentar di unggahan Sakila turut membagikan pengalamannya menggunakan bahan tambal gigi serupa. Kepada kumparan, warga bernama Nafilatul itu bercerita keputusannya menggunakan tambalan tersebut berawal dari trauma untuk pergi ke dokter gigi.

“Saya ada trauma untuk pergi ke dokter gigi. Akhirnya saya mencari alternatif lain bagaimana menutup lubang di gigi saya karena semakin besar, semakin besar,” kata Nafilatul kepada kumparan, Selasa (1/9).

Dokter giri (kiri) memeriksa kondisi gigi warga dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis di kompleks Balai Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2026). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Nafilatul mengatakan trauma membuatnya mencari alternatif untuk mengatasi gigi berlubang yang semakin besar. Ia kemudian menemukan produk tambal gigi melalui mesin pencarian dan sebuah platform e-commerce.

Namun, setelah digunakan, Nafilatul kesulitan melepas bahan tersebut. Beberapa waktu kemudian, ia mengalami sakit dan kaku pada bagian leher hingga kesulitan menoleh dan menelan. Akhirnya ia memutuskan untuk ke UGD.

Di UGD, Nafilatul sempat diduga mengalami meningitis atau radang otot. Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan di puskesmas, ia dinyatakan mengalami radang otot.

Setelah kondisinya membaik, Nafilatul mendatangi poli gigi untuk melepas bahan tersebut. Prosesnya cukup sulit karena bahan harus dibor hingga akhirnya dapat dikeluarkan dan dibersihkan. Ia kemudian menjalani enam kali kontrol gigi hingga lubang pada giginya dapat ditangani. Pengalaman tersebut membuatnya kapok dan mulai berani memeriksakan gigi secara rutin.

Lantas, apakah kamu sudah tahu bahaya tambal gigi yang dibeli secara online? Sampaikan jawaban kamu dalam polling kumparan di bawah ini. Ceritakan juga pengalaman kamu di kolom komentar.

Marak Bahan Tambal Gigi Dijual Online, Sudah Tahu Bahayanya?

Marak Bahan Tambal Gigi Dijual Online, Sudah Tahu Bahayanya?

0 Pemilih · 7 hari